Radar Kendal

Ancam Sopir dengan Belati, Pria Penuh Tato Ditangkap Polisi

Ancam Sopir dengan Belati, Pria Penuh Tato Ditangkap Polisi


DITANGKAP – Pelaku penodongan dengan sajam, Muh Nur Shiyam (24), berhasil diamankan petugas unit Reskrim Polsek Weleri.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Pria penuh tato, Muh Nur Shiyam (24), warga Kedonsari, Penyangkringan, Weleri, berhasil dibekuk petugas unit Reskrim Polsek Weleri. Dia ditangkap karena meresahkan para sopir truk. Sebab dalam aksinya, pria tersebut nekat menghentikan truk secara paksa dan mengancam sopir dengan menggunakan senjata tajam berupa belati saat melintas di jalan raya Weleri.

“Niatnya hanya ingin ikut numpang di bak belakang. Belati ini hanya sekedar untuk menakuti saja, bukan untuk mengancamnya. Tidak ada tujuan lain pak. Senjata ini saya miliki untuk meindungi saya,” kata tersangka Hisyam, dihadapan Kapolsek Weleri AKP Abdullah Umar, Senin (6/11).

Sementara itu, korban Slamet Rusyani, sopir truk warga Desa Cepagan, Warungasem, Kabupaten Batang, menceritakan saat dirinya hendak mengambil material pasir di sungai Pakis Weleri. Begitu melintas di jalan raya Penaruban depan Taman Kota Weleri, truknya ada yang menghentikan. “Truk saya dihentikan oleh pelaku bersama anak punk lainnya dengan menggunakan belati sembari mengancam,” katanya.

Saat pelaku lengah, korban pun langsung tancap gas dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Weleri yang tak jauh dari lokasi. “Saya berusaha kabur dengan cara tancap gas saat pelaku lengah. Lalu saya melaporkan ke Polsek Weleri,” ungkapnya.

Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar menyampaikan, aksi tersangka sudah banyak meresahkan pengendara yang melintas di jalan raya Weleri, khususnya sopir truk. “Aksi tersangka berhasil dihentikan petugas, yang kebetulan tengah melakukan giat operasi tindak kriminal dan premanisme di wilayah hukum Weleri khususnya,” katanya.

Tindakan yang dilakukan tersangka sangat membahayakan, apalagi dengan menggunakan senjata tajam tanpa dilengkapi bukti surat kepemilikan resmi dari yang berwewenang. “Tersangka ditangkap dan diamankan guna penyelidikan lebih lanjut. Sebab dia yang memiliki senjata tajam tersebut untuk mengancam orang lain dengan cara menodong,” tandas Kapolsek.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat No 2 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms

Facebook Comments