Radar Batang

Weleh, 2.629 Truk Ditilang dalam Sebulan

Weleh, 2.629 Truk Ditilang dalam Sebulan

MELINTAS – Tampak sejumlah kendaraan truk tengah melintas di jembatan timbang UPPKB Subah untuk mengetahui jumlah tonase barang bawaanya.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Angka pelanggaran angkutan barang di Kabupaten Batang seakan mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, dalam jangka waktu satu bulan, Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah Kabupaten Batang mampu memberikan surat bukti pelanggaran pada 2.629 angkutan barang.

Kepala UPPKB Subah Kabupaten Batang, Arif Munandar mengatakan, Jumlah pelanggaran tersebut terhitung hanya pada bulan Oktober 2018 kemarin saja. Mereka para pelanggar, kata dia, didominasi oleh pengendara truk yang melanggar batas tonase, dimensi, dan kelaikan jalan, serta masa uji kendaraan yang habis masa berlakunya.

“Dari data yang ada, bulan Oktober kemarin kita telah terbitkan surat tilang kepada 2.629 kendaraan yang melanggar. Dari umlah tersebut, 2.621 kendaraan sudah kami laporkan ke pengadilan negeri, sedang 8 kendaraan sudah membayar di tempat karena menggunakan tilang elektronik (e-Tilang),” terangnya, Selasa (6/11).

UPPKB Subah, kata Arif, saat ini terus meningkatkan penindakan bagi angkutan barang yang melanggar aturan. Hal itu sebagai upaya menyadarkan pengendara angkutan barang dalam berlalu lintas dan sebagai efek jera pada mereka yang melanggar ketentuan.

Kendati demikian, kata dia, pemberian surat bukti pelanggaran belum sepenuhnya memberikan efek jera pada sopir truk, sehingga mereka berusaha melakukan suap pada petugas. “Namun, upaya suap oleh para sopir angkutan barang kami tolak sebagai upaya menciptakan situasi kondusif, serta menerapkan standar operasional prosedur (SOP),” jelasnya.

Arif mengatakan, pemberian surat bukti pelanggaran pada sopir angkutan barang belum efektif karena biaya sanksi yang masih rendah dibanding jumlah muatan barang yang melebihi batas tonase tersebut. “Oleh karena itu, kami berharap Kemenhub merealisasikan perluasan tempat parkir di Subah. Kami tidak mungkin menahan muatan barang yang diangkut truk karena lokasi tempat parkir belum memadai,” katanya.

Ia menyebutkan, selama Januari hingga Oktober 2018, UPPKB telah memberikan sebanyak 18.631 surat bukti pelanggaran pada sopir angkutan barang yang menyalahi peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor AJ.108./1/DJPD/2-17 tentang Pengoperasian Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor. “Adapun, sebagian besar kendaraan yang diberikan tilang ini adalah angkutan barang bersumbu dua dengan muatan seperti pasir, hasil bumi, dan besi,” tandasnya. (fel)

PENULIS: M DHIA THUFAIL

Facebook Comments