Metro Pekalongan

Distribusi Merata, Antrian Berkurang, Manfaat Rujukan Online Mulai Terasa di Wilayah Pekalongan

Antrian Berkurang

EFEKTIF – Diterapkannya rujukan online mulai dirasakan manfaatnya. Jumlah antrean di rumah sakit semakin berkurang.

PEKALONGAN – Penerapan sistem rujukan online wilayah BPJS Kesehatan KC Pekalongan sudah dilaksanakan melalui beberapa tahapan fase uji coba sistem, yang terdiri dari fase pengenalan (per 15 – 31 Agustus), fase penguncian (1-15 September), dan fase pengaturan (16-30 September 2018). Dengan harapan pemberlakuan fase tersebut menjadi pembelajaran serta adaftasi fasilitas kesehatan dalam menghadapi perubahan tersebut.

Semua tahapan dapat dilalui dengan baik oleh fasilitas kesehatan di wilayah kerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, meskipun di awal penerapan rujukan masih terdapat penyesuaian-penyesuaian yang harus dilaksanakan oleh FKTP ataupun FKRTL, sesuai dengan prediksi.

Dari 224 FKTP (Dokter Keluarga, Klinik dan Puskemas), serta 21 FKRTL (Rumah Sakit Pemerintah & Swasta) telah menggunakan rujukan online menyatakan tidak ada masalah dengan penerapan rujukan online. Dengan adanya rujukan online bahkan pemerataan pemberian pelayanan kesehatan lebih terorganisir dan terpadu.

Contoh signifikan adalah pelayanan di rumah sakit tipe B, RSUD Kraton Pekalongan, jika sebelum penerapan rujukan online, kisaran jumlah pasien peserta JKN-KIS per harinya yang berobat adalah kurang lebih 700 orang, sekarang per harinya rata-rata dikisaran 140 orang, sampai dengan kondisi per hari ini Rabu (11/10). “Melihat kondisi ini, terlihat bahwa pasien sekarang lebih terdistribusi secara merata di rumah sakit, dan antrian pasien berkurang di rumah sakit,” ujar Arif Arifin, Duta BPJS Kesehatan dari Bidang Penjaminan Manfaat Rujuka, Cabang Pekalongan yang sedang bertugas di rumah sakit tersebut.

Dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas dan dokter keluarga sisi administratif pelayanan menjadi lebih tertib. “Puskesmas memiliki info update tujuan rujukan, entry pendaftaran lebih mudah, dan lebih tertib dan rapih,” tutur Erni Yuliati, salah satu dokter di bagian poli umum Puskesmas Bendan.

Hal tersebut sesuai dengan konsep rujukan online, bahwa pemberian pelayanan kesehatan oleh faskes dilakukan secara berjenjang sesuai kompetensi, sarana dan prasarananya (fasilitas dan penunjang medis), dan kemudahan teknologinya. Inovasi dan perbaikan terus dikembangkan oleh BPJS Kesehatan terkait sistem rujukan online ini, sehingga kemudahan dan kepastian yang didapat bagi peserta maupun faskes berjalan sesuai harapan. (ma/ey)

Facebook Comments