Metro Pekalongan

Priye Kiye, Pesta Miras Kok Didominasi Anak di Bawah Umur

Grafis pesta miras

*Hasil Operasi Pekat Satpol PP

KOTA PEKALONGAN – Satpol PP Kota Pekalongan mencatat, dari hasil operasi pekat selama Januari hingga Oktober tahun 2018 terdapat 243 kasus pesta miras di wilayah Kota Pekalongan. Yang mengejutkan, dari jumlah kasus tersebut sebagian besar atau mencapai 75 persen pelaku yang diamankan merupakan anak di bawah umur. Mereka diamankan saat mengkonsumsi atau pesta miras di beberapa tempat umum.

“Dalam operasi pekat, kami sering menemukan bahwa pelakunya adalah anak di bawah umur. Bahkan mereka yang masih bersekolah, ada kelas 3 SMP, kelas 1 SMA. Namun dari hasil operasi tersebut sebagian besar merupakan penduduk luar Kota Pekalongan,” ungkap Kasi Penindakan dan Pemberdayaan PPNS pada Bidang Penegakkan Perda Satpol PP Kota Pekalongan, Sapto Widiaspono saat ditemui, Selasa (6/11).

Dia menambahkan, dari tangan mereka yang terjaring operasi didapati barang bukti berupa miras oplosan yakni alkohol yang dicampur dengan berbagai jenis minuman energi. Sapto menduga, mereka masih dalam tahap coba-coba atau tidak bisa mengakses jenis miras yang bermerk dan memilih mengkonsumsi miras hasil oplosan.

“Saat ini justru kami jarang mendapati pelaku yang dewasa. Sebagian besar justru masih di bawah umur. Mereka kami amankan dari beberapa tempat umum yang memang biasa ditemui kasus pekat saat operasi. Diantaranya di Kawasan GOR Jetayu, Sorogenen, komplek Stadion Hoegeng, komplek Tamqan Nursery Kuripan, dan Pantai,” jelasnya.

Dari data Satpol PP, dari 243 kasus miras 228 diantaranya merupakan pelaku laki-laki dan 15 sisanya perempuan. Sepanjang Januari hingga Oktober, kasus terbanyak ditemui pada bulan Mei yakni melibatkan 47 pelaku yang diamankan. Pada Juni, Satpol PP juga tercatat tak mendapati kasus miras.

Terhadap para pelaku, dikatakan Sapto hanya diberikan peringatan dan diminta membuat surat pernyataan bersama orang tua dan pihak kelurahan agar tidak mengulangi kegiatan serupa. Dia menyatakan, dari ratusan pelaku yang diamankan hanya ada dua pelaku yang mengulangi kegiatan serupa dan diamankan kembali oleh Satpol PP. “Yang kembali tertangkap, memang mengaku tidak mengkonsumsi miras tapi berada di lokasi saat operasi digelar,” tambah Sapto.

Terkait larangan miras, diatur dalam Perda Nomor 13 Tahun 2000 tentang Pengawasan dan Larangan Minuman Beralkohol. Dalam Perda tersebut, terdapat larangan dan menjual minuman beralkohol. Bagi pelanggar, terancam sanksi kurungan 3 bulan atau denda sebesar Rp50 juta. Dalam beberapa kasus yang melibatkan pelaku dewasa, Satpol PP melimpahkan kasusnya kepada Polres Pekalongan Kota.

Selain kasus miras, Satpol PP juga mencatat 20 pasang pelaku kasus asusila yang diamankan selama periode Januari-Oktober. Mereka diamankan dari sejumlah lokasi yang memang sering menjadi tempat untuk berbuat asusila seperti Pantai dan beberapa lokasi lainnya.

Untuk menekan angka pekat, Satpol PP sudah menjadwalkan operasi rutin maupun operasi harian. Operasi rutin dilaksanakan tim sebanyak delapan kali dalam sebulan. Sedangkan operasi rutin dilaksanakan oleh tim kecil yang terdiri dari para petugas dan dilakukan setiap hari. (nul)

Facebook Comments