Radar Kajen

Awas Berita Hoax Culik

Ilustrsi – Pelaku penyebar hoax tentang penculikan anak ini dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. (RmolJateng)

*Masyarakat Diminta Waspada

KAJEN – Beberapa hari terakhir banyak tersiar kabar mengenai informasi penculikan dengan sasaran anak. Masyarakat pun diminta tetap waspada dan tidak menelan mentah mentah kabar tersebut.

Sekadar untuk diketahui, kabar penculikan tidak hanya melalui pesan singan atau WA, bahkan sudah merambah ke media sosial. Untuk mengetahui kebenaranya, masyarakat diminta tetap waspada dan hati-hati dalam menyaring informasi di masyarakat.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom menyatakan, masyarakat jangan mudah percaya dan menjadi panik saat menerima suatu informasi. Namun harus senantiasa melakukan klarifikasi dengan pihak kepolisian, betul atau tidak berita tersebut sebelum mencerna informasi.

“Masyarakat harus bisa menyaring informasi yang beredar dan jangan langsung melakukan sharing kepada masyarakat umum. Karena berita hoax hanya akan membuat kepanikan di masyarakat,” katanya.

Kasubbag Humas meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan berita yang belum jelas sumbernya, karena itu termasuk berita hoax. Sebab penyebaran berita-berita hoax di media sosial adalah pelanggaran Undang undang (UU) Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penyebar informasi tidak benar bisa diproses hukum karena menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Apalagi adanya kabar penculikan yang akhir akhir ini beredar. Jadi mari bersama-sama menjaga keamanan Kamtibmas, karena aman dan damai itu kita semua yang menciptakan dan menjaga,” ungkapnya.

Apabila mendapati orang asing yang tidak dikenal dengan gerak mencurigakan untuk segera melaporkan ke Babinkamtibmas atau Polsek terdekat. Sehingga bisa langsung ditindak lanjuti sebelum terjadinya hal hal yang tak diinginkan dan jangan main hakim sendiri.

Tak hanya kabar hoax, masyarakat juga harus lebih teliti dalam menggunakan Hendphone. Karena saat ini juga masih banyak kasus penipuan bermodus undian dan menelpon calon korban mengatasnamakan dari aparat, kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan ada anggota keluarga yang mengalami kecelakaan.

“Apabila mendapat telpon jangan panik dan lebih baik kroscek terlebih dahulu, sehingga tidak menjadi korban,” imbaunya. (yon)

Facebook Comments