Radar Kendal

Dituntut Inovatif, Pejabat Perlu Keluar dari Zona Nyaman

NUR KHOLID MS
ARAHAN – Wabup Masrur Masykur memberikan arahan kepada peserta Seminar Inovasi Kepemimpinan PNS di Lingkungan Pemkab Kendal, kemarin, di eks gedung Korpri.

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menggelar Seminar Inovasi Kepemimpinan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Kendal, di eks gedung Korpri, Selasa (6/11). Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur.

Seminar diikuti pejabat eselon IV dan III serta beberapa eselon II. Sebagai narasumbernya adalah Eko Suseno HRM SE MM PFC, akademisi Universitas Kristen Satya Wacana.
Masrur mengatakan, pejabat eselon di lingkup pemerintah daerah era sekarang dituntut bisa berinovasi terkait dengan lingkungan kerjanya serta pelayanan pada masyarakat.

“Inovasi bagi pemimpin harus, terutama dalam melayani masyarakat harus dijalankan. Sebab kita bertaruh dengan skill kepemimpinan yang ada pada diri kita. Kalau sampai tidak melakukan inovasi artinya kita mengkhianati talenta atau tanggungjawab yang diberikan,” katanya.

Dijelaskan, inovasi merupakan salah satu aspek budaya birokrasi yang sangat menentukan keberhasilan reformasi birokrasi. Inovasi di dunia pemerintahan akan sulit dilakukan apabila masih banyak pegawai yang tidak terpacu untuk berubah. “Inovasi bagi pemerintah daerah menjadi sebuah keharusan dalam mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya,” terang Masrur.

Kepala BKPP Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, tujuan seminar untuk memberikan motivasi pada PNS supaya bisa bekerja lebih efektif, efisien, dan membangun kerjasama stakeholder secara sinergis. Harapannya, kualitas pelayanan organisasi daerah bisa beranjak dari comfort zone ke competitive zone. Karena tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

“Kemudian membangun budaya kerja dan komunikasi yang produktif dengan bawahan dan atasan, mitra kerja pemda, serta menumbuhkan motivasi inovasi PNS sesuai perkembangan daerah,” katanya.

Disebutkan, ada empat tipe pemimpin, yakni tipe intelektual yang obyektif, rasional dan pengambil keputusan yang baik; tipe stabil, dapat dipercaya, konservatif dan memiliki visi jangka panjang; tipe tidak puas dengan status quo, berani mengambil resiko dan selalu ingin berbeda. “Dan tipe pemimpin yang selalu ingin keseimbangan hidup, jujur, tidak serakah dan membela teman,” imbuhnya.

Dikatakan Eko, pejabat harus menjadikan inovasi sebagai kebiasaan yang dilakukan tiap waktu. Hal tersebut tidak hanya membawa dampak positif dalam sistem pemerintahan. “Tetapi hal tersebut merupakan jawaban atas segala persoalan yang ada pada pemerintahan di negara kita,” katanya.

Untuk mewujudkan good governance diperlukan manajemen penyelenggaraan pemerintah yang handal melalui pembangunan kualitas SDM yang berkinerja tinggi. “Dan mempunyai pemikiran inovatif sebagai pelaku good governance,” pungkas Eko. (nur)

Facebook Comments