Radar Batang

4 Petugas Parkir Liar Diamankan

M DHIA THUFAIL
TANGKAP – Kapolsek Batang Kota AKP Asfauri didampingi Kepala Dishub Kabupaten Batang Murdiono dan sejumlah petugas Polsek Batang Kota tengah mengintrogasi oknum petugas parkir di HKR.

*PAD Parkir Diperkirakan Menguap Jutaan Rupiah

BATANG – Kepolisian Sektor Batang Kota berhasil mengamankan empat okmum petugas parkir liar di Hutan Kota Rajawali (HKR) Batang. Mereka ditangkap setelah petugas melakukan penyamaran dengan menggunakan pakaian preman dan dimintai sejumlah uang yang melebihi ketentuan.

Kepala Polsek Batang Kota, AKP Asfauri mengatakan, sebelumnya petugas telah mendapati banyak laporan dari masyarakat, khususnya pengunjung Minggon Jatinan. Mereka mengaku dimintai jasa parkir melebihi ketentuan, mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu.

“Setelah kita amati, ternyata benar informasi dari masyarakat tersebut. Akhirnya kita lakukan penyamaran, dan lakukan penangkapan. Total, ada empat orang yang berhasil kita amankan. Dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 332 ribu dan sejumlah buku karcis yang masih utuh,” terangnya saat ditemui, Selasa (6/11).

Dijelaskannya, dari empat orang yang diamankan, di antaranya merupakan petugas parkir resmi Dishub Batang. Mereka diamankan karena menarik tarif parkir tidak sesuai ketentuan dan tidak memberikan karcis yang telah disediakan oleh Dishub. “Jadi dari keempat oknum petugas ini, ada yang kita amankan dari area luar atau lokasi parkir yang berada di badan jalan dan juga ada yang kita amankan dari area parkir bagian dalam, bekas eks pasar darurat,” katanya.

Para petugas parkir yang berada di area bagian dalam, kata Kapolsek, merupakan petugas resmi Dishub Kabupaten Batang. Mereka diberikan seragam dan karcis sebagai dasar penarikan jasa parkir kepada masyarakat. “Namun karcis itu tidak digunakan oleh oknum petugas. Malah mereka menarik jasa parkir lebih dari ketentuan, sampai Rp 5 ribu. Sehingga, kita khawatirkan ada kebocoran PAD parkir selama ini. Karena kita lihat, karcis parkir mereka masih utuh semua,” bebernya.

Usai diamankan, keempat oknum itu diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. “Apabila di kemudian hari kita temukan lagi, maka kita tidak segan segan memberikan tindakan tegas. Karena perbuatan itu sudah masuk ranah pidana, pada pasal 368 ayat 1 tentang pemerasan dengan ancaman kurungan penjara 9 tahun,” tegasnya.

Kapolsek mengimbau para juru parkir agar tidak mengarahkan masyarakat untuk parkir di badan jalan. Untuk masyarakat Batang agar jangan mau ditarik jasa parkir lebih dari ketentuan, terlebih tanpa karcis bukti penarikan. Jika masih ada oknum petugas parkir seperti itu, maka segera laporkan ke petugas kepolisian.

“Sebenarnya, tidak hanya di HKR saja yang menjadi pantauan oleh petugas kita. Melainkan masih ada beberapa titik lokasi parkir lainnya yang kita jadikan sorotan terjadinya praktek praktek semacam itu. Dan saya meyakini kebocoran PAD parkir di sejumlah kantong parkir ini juga besar,” tandasnya.

Sementara itu Kasi Pengendalian Lalu Lintas Dishub Batang, Novendi Budhi S mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memberikan pembinaan kepada para petugas parkir. Pihaknya tidak membantah adanya oknum yang kedapatan memungut parkir lebih dari yang ditetapkan. Dishub juga sudah bekerja sama dengan Polres Batang dan tim saber pungli untuk menertibkan para oknum tersebut.

“Memang untuk menertibkan mereka harus bertahap. Dan insyaallah minggu kemarin sudah mulai kondusif. Semoga ke depannya bisa semakin kondusif,” paparnya. (fel)

Facebook Comments