Radar Batang

Gagal di Asian Games, Kiki Malah Sabet Medali Emas di Cina

DOK ISTIMEWA
JUARA – Atlet Panjat Tebing asal Batang, Kiromal Katibin (18) berhasil meraih emas dalam Asian Youth Championship di Huayan Climbing Park Kota Chongqing, Cina yang digelar dari 1 sampai 4 November 2018 lalu.

BATANG – Publik Kabupaten Batang kembali dibuat bangga dengan prestasi putra daerahnya. Adalah Kiromal Katibin (18), atlet panjat tebing andalan Batang itu baru saja menyabet medali emas di ajang Asian Youth Championship di Huayan Climbing Park Kota Chongqing, Cina.

Atlet yang karib disapa Kiki itu sebelumnya sempat melambungkan nama Batang berkat keikutesertaannya dalam ajang bergengsi Asian Games 2018 lalu. Meski belum sempat berprestasi di even olah raga se Asia tersebut, nyatanya dia tak patah semangat dan tetap berjuang membuktikan kemampuannya. Tak sia-sia, Perjuangannya kali ini dalam ajang Asian Youth Championship yang digelar dari 1 sampai 4 November 2018 membuahkan hasil. Perjuangan Kiki diganjar medali emas kelas speed World Record Junior.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Batang, Putut Husadiman membenarkan atlet muda andalan Batang Kiromal Katibin memang meraih emas di Cina.

Kontingen Indonesia berhasil mengamankan dua emas, salah satunya disumbangkan atas nama Kiki.

Dia bahkan berhasil mengalahkan sekitar 21 peserta dari berbagai negara.

“Pasti ini sangat membanggakan sekali, pasalnya Katibin yang baru saja mengikuti Asian Games 2018 mampu memberikan penampilan terbaiknya dengan menyumbangkan emas untuk kontingen Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Kantor sederhana FPTI, Kauman, Batang, Selasa (6/11).

Putut menjelaskan, dari sebanyak 16 atlet yang mewakili Indonesia, beberapa di antaranya berguguran. Hal itu lantaran mereka tak mampu menyesuaikan diri dengan cuaca di Cina yang kurang bersahabat. Kiki yang turun di kelas speed World Record Junior pada pertandingn terakhir, Minggu (4/11), ternyata berhasil menorehkan catatan waktu 6,05 detik. Torehan tersebut menggungguli lawan terdekatnya dari Iran, Milad Shenazandifar Alipour yang hanya mencatatkan waktu 6,42 detik.

“Saya harap Prestasi yang diraih Katibin tidak cepat memuaskan dirinya. Ke depan masih banyak lagi even-even dunia yang harus diikuti dan segenap pengurus FPTI Batang akan terus mendampingi,” pesannya.

Diwawancarai secara terpisah, Kiki mengatakan sangat bersyukur bisa memberikan emas untuk Indonesia. Meski berlaga dengan cuaca yang tidak mendukung, namun ia tetap optimis untuk memberikan hasil terbaik. Ia bersyukur perjuangannya membuahkan hasil yang maksimal.

“Cuaca sangat menjadi kendala, teman-teman banyak yang berguguran. Namun saya berusaha untuk selalu optimis dan memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia dan Kabupaten Batang. Alhamdulillah perjuangan ini membuahkan medali emas. Semoga bisa menjadi motivasi saya untuk berlaga di event-event selanjutnya,” pungkas remaja asal Kelurahan Kauman itu. (nov)

Facebook Comments