Radar Kajen

Sepekan, Lima Kampanye Ilegal Distop Bawaslu

Sepekan, Lima Kampanye Ilegal Distop BawasluKAJEN – Dalam waktu sepekan, Bawaslu Kabupaten Pekalongan temukan lima pelanggaran kampanye ilegal yang dilakukan calon legislatif. Tidak hanya itu, pelanggaran administrasi berkaitan dengan kampanye dengan bentuk pemasangan APK tak sesuai aturan juga tercatat mencapai 271 pelanggaran.

Hal itu dibenarkan Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno, saat dihubungi Radar Pekalongan, kemarin.

Ia mengungkapkan, selama sepekan kemarin, pihaknya menemukan lima pelanggaran kampanye ilegal yang dilakukan peserta pemilu. Pelanggaran ini dinyatakan karena yang bersangkutan melakukan kampanye dalam pertemuan terbatas tanpa adanya izin atau tidak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari kepolisian.

“Melihat mereka melakukan kegiatan tanpa adanya izin, kita langsung menghentikan acara tersebut,” kata Wahyudi, kemarin.

Disebutkan, kebanyakan dari mereka adalah wajah baru dalam persaingan perebutan kursi legislatif di Pemilu 2019. “Kita tegas menghentikan aksi tersebut. Dan Alhamdulillah mereka menerima dengan baik, dan memahami bahwa kegiatan kampanye tanpa STTP itu dilarang,” jelasnya.

Selain itu, tim kampanye maupun relawan pun harus terdaftar di KPU. Tidak boleh mengadakan kegiatan kampanye tanpa STTP meskipun acara mendompleng kegiatan-kegiatan masyarakat.

“Acara kampanye yang diisi dalam kegiatan selamatan di tengah masyarakat, kalau nggak ada izinnya, ya termasuk ilegal. Apalagi kalau misal mendompleng kegiatan pemerintah,” tegasnya.

Selain kampanye ilegal, pelanggaran APK juga cukup banyak. Yakni mencapai 271 pelanggaran. Sebagian besar mereka adalah yang memasang di tempat-tempat terlarang, seperti di pohon, tiang listrik dan fasilitas umum lainnya.

“Pelanggaran APK yang mencapai 271 itu sudah kita tertibkan bersama Satpol PP. Namun, apabila masih ditemukan, kemungkinan APK tersebut baru dipasang setelah penertiban dilakukan,” terang Komisioner Bawaslu tersebut.

Ia mengimbau, agar calon legislatif dapat turut membaca aturan-aturan yang ada termasuk aturan kampanye. Sehingga dapat berjalan sesuai ketentuan tanpa adanya pelanggaran.

“Kita juga berharap kepada masyarakat agar ikut berperan aktif dalam menyikapi pelanggaran. Kalau ada pelanggaran harap lapor segera ke Bawaslu,” tandasnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan

Facebook Comments