Radar Kendal

Penambahan Lahan Tol, 114 Bidang Tanah Telah Dibebaskan

Penambahan Lahan Tol

TERBEBASKAN – Sebanyak 114 bidang lahan yang termasuk dalam penetapan lokasi (penlok) tahap dua pembangunan tol Semarang-Batang di Kabupaten Kendal sudah terbebaskan.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Ratusan lebih bidang lahan yang termasuk dalam penetapan lokasi (penlok) tahap dua pembangunan tol Semarang-Batang di Kabupaten Kendal sudah terbebaskan. Bidang-bidang lahan itu tersebar di empat desa, yakni Sambongsari dan Sumberagung Kecamatan Weleri, serta Margomulyo di Kecamatan Pegandon, dan Sumberejo di Kecamatan Kaliwungu.

“Empat desa itu merupakan pintu keluar masuk atau simpang susun Tol Semarang-Batang, sehingga kami prioritas untuk mengejar operasional jalan tol,” kata Aris Sunarto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Batang Semarang III, Senin (5/11).

Dikatakan, tepatnya yang terbebaskan ada 114 bidang lahan. Dari jumlah itu, 97 bidang sudah terbayarkan, enam bidang dititipkan ke PN Kendal, dan 11 bidang merupakan Tanah Kas Desa yang ada di Desa Sambongsari (Weleri) dan Margomulyo (Pegandon). Uang ganti rugi sebanyak enam bidang dititipkan ke PN Kendal karena terindikasi merupakan lahan yang tidak bertuan.

Sementara terkait tanah kas desa, pihak desa akan lebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait langkah apa yang harus dilakukan. “Sudah disiapkan uang ganti ruginya. Namun, desa hendak berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Nilai ganti rugi yang sudah kami bayarkan sekitar Rp 35,9 miliar,” ungkapnya.

Koordinator Lapangan PPK Tol Batang Semarang III, Asranto Widagdo mengatakan, penambahan lahan tahap dua yang dibutuhkan sebanyak 1.150 bidang dengan luas sekitar 10 hektar. Jumlah bidang itu berada 18 desa yang tersebar di delapan kecamatan yaitu, Weleri, Ringinarum, Gemuh, Pegandon, Ngampel, Brangsong, Kaliwungu Selatan, dan Kaliwungu. Dikatakan, untuk pembebasan yang tidak mendesak untuk mengakomodir keinginan warga supaya dibangun saluran, akses jalan, dan lain sebagainya. “Kami melakukan pengumuman dan memasuki tahap musyarawah untuk ganti rugi tersebut,” katanya.

Kades Sambongsari, Adi Gunawan mengatakan, pihaknya belum memutuskan untuk menerima ganti rugi terhadap tanah kas desa yang terkena penambahan lahan tahap dua untuk pembangunan tol Semarang-Batang. (nur)

Facebook Comments