Radar Batang

Kurangi Resiko Bencana, Wilayah Rawan Longsor Bakal Disurvei

Drs H Nasikhin MH

Drs H Nasikhin MH

BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mulai menyiapkan berbagai upaya kesiapsiagaan menjelang datangnya musim hujan 2018/2019. Salah satunya melalui survei awal terhadap lokasi-lokasi yang selama ini diidentifikasi rawan bencana tanah longsor.

Upaya itu ditegaskan Sekda yang juga Kepala BPBD Kabupaten Batang, Drs NH Nasikhin MH, saat Rakor Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di aula Bappelitbang, baru-baru ini. Menurut dia, proses peralihan dari kemarau ke musim hujan telah dimulai, sehingga pemerintah daerah beserta seluruh stakeholder kebencanaan harus siap siaga sejak dini.

“KUncinya adalah pada pengurangan resiko bencana, karena ancaman bencana kan tidak bisa dihilangkan. Makanya, kita minta BPBD segera mensurvei titik-titik rawan longsor untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko bencana,” kata Nasikhin.

Untuk diketahui, saat ini sebagian besar wilayah Kabupaten Batang masih menghadapi musim kemarau. Bahkan, sesuai data monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) per 31 Oktober menunjukkan Kabupaten Batang masih masuk dalam daftar HTH, yakni berturut-turut tidak hujan lebih dari 60 hari. Kategori kekeringan ekstrim itu sesuai data BPBD Provinsi terjadi di Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing.

“Kalau prakiraan hujan sesuai prediksi BMKG, untuk Batang utara baru dimulai di dasarian 3 atau akhir November nanti. Sementara untuk Batang selatan sudah mulai dasarian satu, atau awal November ini. Kalau kemarin-kemarin sempat ada hujan, itu sifatnya baru peralihan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Azmi AP MM, Senin (5/11).

Masih sesuai prediksi BMKG, puncak hujan 2018/2019 diperkirakan akan terjadi mulai akhir Desember sampai Januari dan dimungkinkan sampai Februari. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Rakor PRB juga merekomendasikan dihidupkannya posko-posko penanggulangan bencana di masing-masing kecamatan. Selain itu, DPUPR dan BLH juga diminta melakukan penataan pohon-pohon tua di pinggir jalan kabupaten dan provinsi untuk mengurangi potensi kecelakaan saat musim hujan.

“Sementara dari aparat TNI dan Polri berharap segera digelar apel siaga bencana. Prinsipnya, BPBD dengan kapasitas yang dimiliki saat ini siap untuk menghadapi musim hujan 2018/2019. Seluruh stakeholder kebencanaan, termasuk relawan, juga akan disiagakan,” tegas Ulul.

Rakor PRB yang digelar Jumat (2/11) lalu dihadiri Sekda, Kasdim, Kabag Op Polres, BPBD, serta DPUPR. Dari provinsi juga ada Pusdataru, ESDM, dan Bina Marga, lalu ada Asper Perhutani Subah, Bawang, dan Bandar. OPD terkait seperti DLH, Dinsos, Bagian Kesra, hingga PMI dan relawan juga dihadirkan. (sef)

Facebook Comments