Radar Kajen

Cuaca Ekstrem, Tangkapan Nelayan Turun

Nelayan Mengeluh

MENURUN – Memasuki awal November 2018, hasil tangkapan ikan para nelayan di wilayah Pesisir Kota Santri mengalami penurunan. Adapun cuaca kembali normal pada pertengahan Desember 2018 mendatang.
TRIYONO

WONOKERTO – Memasuki awal November 2018, hasil tangkapan ikan para nelayan di wilayah Pesisir Kota Santri menurun drastis. Tangkapan turun diakibatnya datanya cuaca ekstrem.

 

Cuaca ekstrem tiupan angin kencang dan gelombang tinggi yang menerpa wilayah perairan laut Kota Santri ternyata berdampak buruk bagi para nelayan. Selain tangkapan turun, cuaca ekstrem juga cukup membahayakan bagi para nelayan apabila tetap nekad melaut.

 

Hal itu dibenarkan Ketua Koperasi Nelayan Jaya Mandiri, Suprat (50). Menurut dia, untuk bulan November sampai Desember tangkapan ikan para nelayan mengalami penurunan. Hal itu diakibatkan adanya angin dan gelombang yang cukup kencang.

 

“Saat ini hasil tangkapan kurang mendukung dan mengalami penurunan sekitar 25 persen. Itu diakibatkan karena musim angin dan gelombang besar,” terangnya.

 

Diakui, untuk hasil tangkapan kali ini biasanya berupa ikan bara kuda, marlin ataupun ikan kurau. Adapun cuaca kembali normal sepeti biasanya tiba pada pertengahan Desember 2018.

 

“Untuk musim tangkapan yang paling bagus biasanya ada di bulan Juli. Kalau sekarang ini lagi musim angin kencang untuk pergi melaut banyak tantangan,” ujarnya.

 

Sebagai nelayan tradisional pun warga Wonokerto tak patah arang, tetap melaut tetapi tangkapan ikannya memang agak sulit diperoleh seperti biasa. Selama pergi melaut, nelayan pun tetap mawas diri, menjaga kewaspadaan yang ekstra tinggi supaya tidak hal yang tak diinginkan.

 

Sementara salah seorang istri nelayan, Supriyanti asal Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto menyampaikan di musim tangkapan ikan sepi atau musim paceklik para ibu rumah tangga ikut membantu ekonomi keluarga dengan melakukan penjemuran dan pemasaran hasil pengolahan ikan.

 

“Ya, meskipun hasilnya tak seberapa lumaya buat tambahan jajan atau uang saku anak sekolah,” imbuhnya. (yon)

Facebook Comments