Radar Batang

Duh, Ada PKL dan Parkir Liar di Minggon Jatinan

DOK
PENUH PENGUNJUNG – Even Minggon Jatinan selalu menjadi magnet warga di setiap Minggu pagi, ribuan orang datang berkunjung untuk bernostalgia dengan jajanan jadul.

BATANG – Makin moncernya gelaran Minggon Jatinan menjadi ladang berkah bagi masyarakat sekitar. Meski begitu, ada beberapa oknum yang memanfaatkan Minggon Jatinan untuk meraup untung dengan tidak sesuai prosedur. Seperti adanya parkir dan adanya PKL liar.

Keberadaan parkir liar yang berada di sembarang tempat itu tentunya dapat meresahkan pengunjung dan pengguna jalan. Terlebih dengan adanya pematokan tarif parkir yang melebihi tarif yang sudah ditentukan oleh pemda, yakni Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

Bupati Batang, Wihaji menyatakan akan menindak tegas oknum tersebut, dan akan menertibkannya. Hal itu disampaikan Wihaji saat berdialog dengan warga beberapa waktu lalu di Sikembang Blado.

“Maka Pemerintah Kabupaten Batang akan segera menertibkan parkir liar, sehingga kenyamanan pengunjung tidak terganggu. Kita akan tindak tegas, kalau menarik biaya parkir yang tidak sesuai ketentuan, karena bisa mempengaruhi pengunjung,” terangnya.

Bupati menjelaskan, sudah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk mensosialisasikannya kepada para tukang parkir yang menarik biaya parkir melebihi batas. Dari hasil temuan, masyarakat mengeluhkan dengan biaya parkir untuk mobil mencapai Rp 10.000,00 dan sepeda motor di atas Rp 3.500,00. “Jika ini dibiarkan, maka akan mencederai kepercayaan dan akan mengurangi jumlah pengunjung,” ujarnya.

Disamping itu, Wihaji juga akan berusaha untuk menertibkan para pedagang yang berada di luar Minggon Jatinan. “Karena pedagang yang ada di dalam kawasan Hutan Kota Rajawali adalah khusus untuk Minggon Jatinan, maka kita akan coba rapatkan dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup , sekiranya penertiban yang dilakukan tidak menimbulkan permasalahan,” pinta Bupati.

Lebih lanjut, Kasi Pengendalian Lalu Lintas Dishub Batang, Novendi Budhi S mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memberikan pembinaan kepada para tukang parkir. Pihaknya tidak membantah adanya oknum yang kedapatan memungut parkir lebih dari yang ditetapkan. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Polres Batang dan tim saber pungli untuk menertibkan para oknum ini.

“Sudah beberapa kali kami tertibkan. Namun masih ada beberapa oknum yang ngeyel. Terutama soal tempat parkir. Padahal di beberapa titik sudah ada tanda larangan parkir namun tetap tak mereka indahkan. Terkait dengan parkir mereka sudah kami bina dan beberapa di antaranya sudah menyotorkannya ke Dishub. Memang untuk menertibkan mereka harus bertahap. Dan insyaallah minggu kemarin sudah mulai kondusif. Semoga ke depannya bisa semakin kondusif,” tandasnya. (nov/fel)

Facebook Comments