Metro Pekalongan

Beri Pembelajaran, “Korban Kecelakaan” Mejeng dalam Razia

Melek Lalu Lintas

TAMPIL – Para “korban kecelakaan lalu lintas” ditampilkan di lokasi pelaksanaan razia dalam rangka Ops Zebra Candi 2018 oleh Satlantas Polres Pekalongan Kota, Sabtu (3/11).
WAHYU HIDAYAT

*Melek Lalu Lintas

KOTA – Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan ketertiban dan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara. Tak terkecuali yang dikakukan Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota pada saat pelaksaan Operasi Zebra Candi 2018.

Satlantas Polres Pekalongan Kota membuat sebuah terobosan menarik. Mereka menampilkan para “korban kecelakaan lalu lintas”, baik korban yang meninggal dunia maupun luka berat. Para korban lakalantas ini ikut mejeng di tengah-tengah lokasi razia dalam rangka Operasi Zebra Candi 2018 yang digelar Satlantas Polres Pekalongan Kota di depan Samsat Drive Thru, Jalan Pemuda, Kota Pekalongan, Sabtu (3/11) pagi.

Sejatinya, para korban yang ditampilkan di lokasi tersebut bukanlah korban lakalantas sebenarnya. Mereka sejatinya anggota Satlantas yang dirias sedemikian rupa sehingga mirip dengan kondisi dialami yang dialami oleh korban laka lantas.

Tak cukup sampai di situ. Para “korban kecelakaan” itu juga memegang beberapa papan bertuliskan pesan-pesan untuk tertib dan disiplin berlalu lintas. Sekaligus menerangkan kondisi yang mereka alami akibat melanggar aturan tertib berkendara.
Pesan-pesan tersebut dituliskan dengan bahasa lokal yang mudah dipahami. Misalnya saja tulisan, “Saya menyesal gak pakai helm”, “cukup aku saja yang mengalami”, “Dumeh biso tuku motor nanging ora biso tuku sikil (bisa beli motor tapi tidak bisa beli kaki, red), serta “rekosone awak wis ngene nyoro uripku” (susahnya tubuh sudah seperti ini susah hidupku).

Adanya pemandangan razia yang tak biasa itu otomatis menyedot perhatian masyarakat atau pengendara yang melihatnya. Bahkan beberapa dari mereka yang menyempatkan diri mengabadikan momen tersebut maupun berswafoto di lokasi razia.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kasatlantas AKP Firdaus Yudhatama menjelaskan hal itu merupakan terobosan kreatif Satlantas Polres Pekalongan Kota yang dinamakan Media Edukasi Kecelakaan Lalu Lintas, atau disingkat “Melek Lalu Lintas”.

“Tujuannya agar pesan-pesan yang kita sampaikan dapat lebih mengena ke masyarakat. Semoga masyarakat pengguna jalan lebih tertib dan disiplin dalam berlalu lintas. Supaya masyarakat tidak menjadi korban lakalantas. Harapannya kejadian lakalantas dapat ditekan seminim mungkin,” katanya.

Dia menambahkan dengan razia “Melek Lalu Lintas” tersebut masyarakat ikut merenungkan diri betapa fatalnya akibat lakalantas, bahkan sampai menyebabkan korban jiwa. “Adanya lakalantas ini sebagian besar diawali dari pelanggaran atau ketidakdisiplinan berlalu lintas,” ungkapnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat

Facebook Comments