Radar Batang

ASN Wajib Pahami 10 Indikator Penilaian

Bupati Wihaji Arahan

ARAHAN – Di sela simulasi games, Bupati Wihaji ikut memberikan pengarahan ke peserta bintek.
M DHIA THUFAIL

150 Pejabat Dibintek di Sikembang

Di tengah suhu dingin Hutan Sikembang, Kecamatan Blado, 150 Aparatur Sipil Negar (ASN) mengikuti bintek secara hikmat. Mereka diharuskan menginap di alam terbuka dengan menggunakan tenda selama tiga hari lamanya, mulai Jum’at hingga Minggu (2-4/11).

Usai mendapatkan arahan dari Bupati Wihaji, ratusan ASN diedukasi oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Nasikhin. Menurut Nasikhin, Eselon III dan IV merupakan inti dari pemerintahan, jadi harus melaksanakan tugas secara profesional. Dengan adanya edukasi terkait manejemen ASN diharapkan tercipta pemerintahan yang baik.

Nasikhin menuturkan, adanya Tim Penilai Kinerja (TPK) ASN dari pemerintah pusat mewajibkan ASN di seluruh Indonesia paham akan PP Nomor 11 tahun 2017 tentang menejemen ASN. “Ada beberapa indikator suksesnya penyelenggara pemerintahan, di mana indikator tersebut menjadi penilaian dari tim penilai pemerintah pusat,” tambahnya.

Dijelaskan, 10 indikator dimaksud, yakni peningkatan PAD, efisiensi belanja pegawai, meningkatkan modal belanja daerah, menyukseskan program unggulan, penyerapan anggaran berkualitas, pelaporan berkualitas, kemudian mempertahankan WTP yang telah diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Dan yang terakhir, fokus pada visi misi Pemerintah Kabupaten Batang terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya juga menyatakan, ASN sering kali lemah saat membuat laporan, dan hal tersebut sering disinggung oleh Pemprov Jateng. “Kelemahan tersebut dikarenakan kurangnya data sebagai pelengkap laporan, nilai Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Kabupaten Batang tahun ini meningkat dan mendapatkan peringkat ke 30. Namun peringkat tersebut bukanlah suatu prestasi, karena beberapa tahun lalu Batang pernah menempati posisi ke 17, kemudian merosot menjadi nomor 35 pada tahun 2017. Oleh karenanya, peringkat tersebut harus ditingkatkan,” pesan Nasikhin.

Sementara itu, Bupati Wihaji yang ikut larut dalam pelaksanaan games bagi ratusan pejabat eselon III dan IV itu berharap, setelah mengikuti Bintek para pejabat bisa lebih mendedikasikan diri dalam melayani masyarakat di Kabupaten Batang. “Setelah mengikuti acara, kami berharap para ASN bisa lebih guyub rukun, dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Karena ASN merupakan inti dari pemerintahan,” paparnya.

Wihaji juga menegaskan, inovasi harus terus digalakkan dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat. Hal tersebut dirasa penting agar roda pemerintahan tetap berjalan. “Kerjasama antar instansi sangat penting dilakukan, agar tercipta sinergitas antar OPD, selain itu, inovasi juga harus dilakukan dalam hal pengembangan pelayanan. Namun perlu diingat, bahwa dalam pemerintahan ada aturan. Selama tidak melanggar aturan, inovasi boleh dilakukan,” tambahnya.

Pihaknya menuturkan, adanya kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan dirasa lumrah, namun Wihaji menegaskan, kekurangan tersebut harus segera diperbaiki. “Terutama pada laporan yang sudah dijelaskan beberapa waktu lalu, dan hal tersebut harus segera diperbaiki, karena tujuan dari semua kinerja ataupun program pemerintah adalah mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments