Nasional

Ternyata Segini Kecepatan Lion Air saat Jatuh di Perairan Karawang

Salah satu pesawat Lion Air JT-610 yang ditemukan Tim Basarnas di perairan Karawang, Jawa Barat. TNI Al memprediksi jika kecepatan pesawat saat jatuh mencapai 550 kilometer per jam. (Salman Toyiba/JawaPos.com)

Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK LPQ hingga kini masih menjadi tanda tanya. Apakah kerusakan mesin ataupun human error.

Yang jelas, dari hasil evakuasi korban maupun bagian pesawat, mayoritas dalam kondisi tak utuh. Menurut Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, sebelum jatuh ke perairan Karawang, kecepatan pesawat diprediksi mencapai 350 knots atau setara dengan 550 km/jam.

“Bisa dibayangkan kecepatan segitu dan menghantam permukaan air, kalau dengan kecepatan segitu air sudah tidak lunak lagi. Makanya hancur ya,” kata Susmoro di atas KRI Sikuda menuju perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/11).

Menurut Susmoro, pihaknya banyak menemukan serpihan kapal hingga majalah yang tercecer di dasar laut. Namun belum terlihat bagian pesawat yang cukup besar.

Kendati demikian, pada Jumat (2/11) TNI AL berhasil mengangkat bagian mesin pesawat dan roda pesawat yang masih dalam keutuh.

“Sampai detik ini bagian-bagian yang keras saja yang tidak rusak, contoh turbin yang sudah kita dapatkan bagian besar. Itu nggak mungkin hancur karena memang keras, benda paling keras. Tapi yang lain-lain badan pesawat segala macam sudah berserakan nggakk karuan,” paparnya.

Tak hanya itu, selama tujuh hari pencarian pihaknya belum berhasil menemukan jenazah korban dalam kondisi utuh. Melainkan hanya potongan tubuh korban.

“Sampai dengan sekarang kita belum mendapatkan jasad manusia yang utuh. Subhanallah, karena hantamannya begitu keras,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments