Radar Jateng

Duh, Gara-gara Selfi dengan Cawapres, Honorer Diperiksa

Duh, Gara-gara Selfi dengan Cawapres, Honorer Diperiksa

KLARIFIKASI – Ketua Panwascam Tegal Timur saat melakukan klarifikasi terhadap tenaga honorer terkait dugaan pelanggaran kampanye.
SYAMSUL FALAQ/RATEG

Ini peringatan bagi PNS atau pegawai yang mendapat honor oleh uang negara. Jangan berani-berani selfi dengan calon presiden atau calon wakil presiden. Karena bisa bernasib seperti tenaga honorer MT (38).

MT diperiksa Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tegal Timur, Kamis (1/11). Ia kedapatan berfoto bersama Cawapres Sandiaga S. Uno. Dlam foto tersebut MT diduga berpose dengan mengangkat dua jarinya yang diindikasi sebagai bentuk dukungan politik saat Sandiaga mengunjungi Pasar Pagi, Kamis (25/10) lalu.

Ketua Panwascam Tegal Timur Syarif Hidayat menjelaskan, berdasarkan klarifikasi terhadap yang bersangkutan pihaknya akan kembali memeriksa pihak lain. Menurutnya, klarifikasi sejumlah saksi lainnya juga untuk memperkuat bukti sebelum mengeluarkan rekomendasi terhadap temuan dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Penanganan dugaan kampanye, mengacu pada UU 7/2017 tentang Pemilu dan Perbawaslu 7/2018 tentang Penanganan Temuan Pelanggaran Pemilu.

“Pemanggilan selanjutnya, kami tujukan kepada atasan MT untuk mengkonfrontir keterangan hasil pemeriksaan sebelumnya,” terangnya.
Sementara itu, dalam klarifikasinya, MT mengaku tidak ada unsur kesengajaan saat melakukannya. Pasalnya, ia hanya terbawa suasana dan spontan mengikuti pengunjung lainnya saat itu. Bahkan, awalnya ia tidak sengaja lewat dan kebetulan melihat ada cawapres yang melakukan kunjungan dan reflek ikut foto dan mengacungkan jari.

“Saya gak bermaksud kampanye, karena bukan tim sukses atau pun pemenangan. Posisi saya juga dibelakang Cawapres,” ungkapnya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Kota Tegal Nurbaeni menambahkan, pihaknya mengaku sudah mendapat laporan terkait temuan Panwascam Galtim terkait dugaan pelanggaran kampanye. Namun, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan terhadap MT yang berstatus honorer tersebut. Sebab, sesuai ketentuan semua personel yang bekerja di instansi pemerintah dilarang ikut berpolitik maupun kampanye.

“Jika memang terindikasi mengandung unsur pelanggaran, kami akan melanjutkan rekomendasi untuk diproses ke Gakkumdu,” tandasnya.

**APK Caleg Dirusak

Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) seorang calon anggota legislatif (caleg) Kabupaten Tegal dirusak. Perusakan APK berupa baliho itu diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Akibatnya, caleg yang memiliki APK tersebut berencana bakal melaporkan masalah itu ke Polres maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tegal.

“Saya akan melaporkan atas perusakan ini. Mungkin ke Polres atau Bawaslu,” kata Slamet, caleg yang menjadi korban perusakan APK, Jumat (2/11).

Slamet menuturkan, baliho itu panjangnya sekitar 3 meter dengan lebar 2 meter. Pada APK itu tertera dua orang caleg. Satu bergambar dirinya, dan satunya lagi bergambar caleg DPR RI. Namun anehnya, hanya gambar dirinya yang dirusak oleh seseorang. Perusakan dilakukan dengan cara dicat warna hitam pada gambar wajah caleg tersebut.

“APK yang dirusak ada lima titik,” sebutnya.

Dari lima titik itu, sambung Slamet, empat di antaranya di wilayah Kecamatan Pangkah. Yakni, di sekitar Desa Tonggara, depan Pasar Hewan Curug, Pasar Pangkah, dan di depan Gerbang Desa Rancawiru. Kemudian satunya lagi di sekitar Desa Kebandingan, Kecamatan Kedungbanteng.

“Hanya gambar wajah saya yang dicat warna hitam,” kata anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal ini.

Slamet merupakan caleg dari dapil IV Kabupaten Tegal yang meliputi Kecamatan Pangkah, Tarub dan Kedungbanteng. Dia berangkat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia mengaku sangat menyayangkan sikap oknum tersebut yang telah merusak APK miliknya.
“Saya yakin, ini bukan orang jauh,”ucapnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal Ikbal Faizal saat dikonfirmasi ihwal tersebut, pihaknya mengaku belum mendapat laporannya. “Belum ada laporan masuk,” ucapnya singkat. (yer/ima/syf/ela)

Facebook Comments