Radar Kajen

Ibu-ibu Diberi Ilmu Pengelolaan Keuangan Keluarga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan BNP Paribas, bersama Dekranasda melatih 500 perempuan Kabupaten Pekalongan, untuk dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik. Pelatihan tersebut digelar di Aula Gedung Setda setempat, Kamis (1/11). Seperti apa? M Hadiyan, Kajen

Ibu-ibu Diberi Ilmu Pengelolaan Keuangan Keluarga

BUKA PELATIHAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Ketua Dekranasda Munafah Asip membuka kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga, di aula Setda, Kamis (1/11).
MUHAMMAD HADIYAN

SEKITAR 500 perempuan mengikuti pelatihan keuangan keluarga. Kegiatan dibagi dalam 5 kali sesi dan diikuti 100 perempuan di Kota Santri merupakan kegiatan mandiri yang didukung oleh tiga managemen tersebut.

“Kegiatan ini untuk mengedukasi perempuan di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 500 peserta dan dilakukan bertahap. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga,” kata Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi.

Disebutkan, keuangan keluarga lebih banyak dipegang oleh perempuan, sehingga berhasil atau tidaknya, bergantung pada pengetahuan perempuan dalam pengelolaan keuangan. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan kehidupan keluarga berlangsung baik, karena keuangan dapat ditata untuk masa depan ekonomi keluarga.

Kemudian, para perempuan dapat menata ekonomi keluarga sebagai pondasi kehidupan lebih baik, serta terencana. Sehingga anak-anak dapat menggapai cita-cita mereka, tanpa ada kendala lantaran sudah dipersiapkan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan terima kasih kepada OJK, Bursa Efek Indonesia, dan BNP Paribas yang telah memberikan pengetahuan kepada perempuan di Kota Santri.

“Kita bersyukur bahwa OJK dan Dekranasda ikut bersama-sama berikhtiar bagaimana perempuan di Kabupaten Pekalongan dapat mengelola keuangan secara baik, tapi yang pertama harus taat kepada suami, kemudian duit suami dapat dikelola untuk lebih manfaat,” tandas bupati.

Disebutkan, sekarang ini negara sedang membangun performance perekonomian tingkat basis, supaya masyarakat melek permodalan, perlindungan konsumen, paham bagaimana cara managemen keuangan mikro supaya berdaya guna.

“Termasuk diantaranya adalah managemen keuangan keluarga sebagai salah satu perekonomian tingkat basis, karena dengan kemakmuran keluarga di Indonesia, akan menunjukkan keberhasilan bangsa dari segi peningkatan perekonomian,” ungkap Asip.

Dijelaskan, Kabupaten Pekalongan mempunyai UKM sebanyak 53 ribu lebih, 20 ribu bergerak di sektor batik dan industri kecil konveksi. Batik dan tekstil menyumbang banyak untuk Kabupaten Pekalongan. “Itu menandakan, uang apabila dikelola dengan baik, hati-hati, dapat berdayaguna dan lebih bermanfaat untuk menghadirkan kemakmuran,” terangnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan

Facebook Comments