Metro Pekalongan

Raih WTP, Terima Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan

Raih WTP, Terima Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan

PENGHARGAAN – Walikota Pekalongan, H Saelany Machfudz SE menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan RI atas LKPD yang memperoleh WTP. Yang diberikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Kembali Pemkot Pekalongan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil audit Laporan Keuangan Daerah (LKD) Pemda tahun 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Yang diberikan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada Walikota Pekalongan, H Saelany Machfudz SE di Hotel Noustod, Semarang.

Atas prestasi yang ketiga kalinya itu, Walikota menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan RI atas LKPD yang memperoleh WTP.
“Pastinya kami atas nama Pemkot Pekalongan mengucapkan rasa syukur, serta terima kasih kepada semua jajaran Pemkot Pekalongan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menyusun laporan keuangan daerah, sehingga bisa mendapatkan apresiasi dari Menteri Keuangan,” ucap Walikota kepada Radar.

Saelany menjelaskan, BPK menetapkan sejumlah kriteria agar laporan keuangan daerah bisa mendapatkan opini WTP. Diantaranya dalam penyusunan laporan keuangan harus kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, kecukupan pengungkapan informasi, dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan.

“Alhamdulillah, ini WTP untuk ketiga kalinya. Opini WTP ini adalah sebuah penilaian tentang informasi kewajaran pada laporan keuangan. Semoga Pemkot harus tetap dapat dipertahankan untuk tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Opini WTP ini, sambung Walikota, salah satu kriteria penilaian bagi Pemda untuk mendapatkan alokasi dana DID (Dana Insentif Daerah) dari Kemenkeu atau pemerintah pusat.

Ditempat terpisah Kepala BKD, Suciono SE melalui Kabid Akuntansi Dede Umihani menambahkan, keberhasilan Pemkot meraih opini WTP karena ada komitmen dari pimpinan. “Kuncinya ada komitmen dari semua level terutama pimpinan,” bebernya.

Sebagai pejabat yang diamanahi di bidang akuntansi pada Badan Keuangan Daerah (BKD), Dede Umihani mengaku, ketika menyusun laporan keuangan daerah selalu rajin lembur. “Alhamdulillah saya dibantu teman-teman yang rajin dan teliti,” pungkasnya. (mal)

Penulis: Malekha

Facebook Comments