Radar Pendidikan

Rasakan Pengalaman Mengajar di Luar Jawa

Rahayu Setiyorini

Rahayu Setiyorini

PRAKTISI pendidikan menjadi profesi yang amat berkesan. Tak hanya proses yang memerlukan pembelajaran seumur hidup untuk terus mengembangkan diri, namun setiap fase memiliki kesan yang mendalam.

Terlebih sosok Rahayu Setiyorini, yang diberikan kesempatan untuk berbagi kepada rekan sejawat yang berada di luar pulau Jawa sebagai guru mitra 1. Bersyukur, satu kata yang ia ucapkan pertama kali dalam perbincangannya dengan Radar Pekalongan.

Bagaiamana tidak, guru di Kota Pekalongan tergolong guru yang memiliki medan paling mudah, karena semua serba dekat. “Saya kebagian guru mitra 1 dari Gorontalo, saat saya melakukan pantau kesana. Jarak dari tempat singgah menuju sekolah itu 30 KM, jadi setara dari sini ke Paninggaran, dan itu adalah sekolah SMP terdekat dan harus ditempuh seperti itu setiap hari bolak-balik, jadi cukup membuat migrain,” ujar Rini sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, jarak tempuh yang cukup jauh pun tak diimbangi dengan transportasi yang layak. Jadi menurutnya hal wajar jika secara SDM mereka kurang memadai. “Yang kemarin saya tempati adalah sekolah yang dulunya RSBI. Tapi kalau dilihat inputnya mereka masih sangat kurang untuk taraf sekolah RSBI,” ucapnya.

Sekalipun begitu, ternyata masih banyak lagi medan yang sangat memberatkan diluar sana hanya untuk menempuh pendidikan. Bahkan ada yang harus menyusuri 12 sungai dulu hingga baru bisa sampai ke sekolah. “Maka kita yang disini harus banyak-banyak bersyukur, saya belajar banyak disini tentang bagaimana peran guru yang sesungguhnya. Meskipun hakikatnya mereka belajar dari saya sebagai guru mitra 1 tapi saya belajar makna hidup dari mereka,” pungkasnya. (mal)

Penulis: Malekha

Facebook Comments