Radar Kendal

Masuk Masterplan Smart City, 3 Aplikasi Unggulan Siap Dipaparkan di Kemkominfo

Smart City Kendal

LAUNCHING – Wakil Bupati Masrur Masykur, didampingi Sekda Moh Toha dan Plt Kepala Diskominfo, Ferinando Rad Bonay melaunching website Smart City Kabupaten Kendal di smartcity.kendalkab.go.id.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Tiga aplikasi unggulan yang masuk dalam masteplan smart city Kabupaten Kendal siap dipaparkan di Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kemkominfo) RI untuk mendapatkan penilaian. Aplikasi tersebut menjadi output dari seluruh tahapan bintek gerakan menuju 100 smart city di Kabupaten Kendal.

Namun, masterplane smart city tersebut lebih dahulu dipaparkan dihadapan tim pembimbing gerakan menuju 100 smart city dari Kemkominfo RI, di penutupan Bimbingan Teknis Tahap IV Gerakan Menuju 100 Smart City di Kabupaten Kendal, yang digelar di eks gedung Korpri, Jumat (2/11).

Bintek ditutup Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur. Tiga aplikasi unggulan itu, yakni UP4 dari Diskominfo, dan PSC 119 Siaga dari Dinas Kesehatan serta Pos Kamling Pintar dari Satpol PP Damkar. Pada penutupan Bintek juga dilakukan launching website Smart City Kabupaten Kendal di smartcity.kendalkab.go.id.

Masrur Masykur, mengatakan, penutupan Bimbingan Teknis Tahap IV Gerakan Menuju 100 Smart City di Kabupaten Kendal, ini merupakan tahap terakhir dari rangkaian bimbingan teknis yang telah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2018. Yakni, sesuai jadwal dan tahapan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat di Kabupaten Kendal. Melalui tahapan bimbingan teknis ini, Pemerintah Kabupaten Kendal bersama-sama seluruh stakeholder, diharapkan mampu menyusun perencanaan yang matang, akomodatif, dan yang paling terpenting dapat diimplementasikan sesuai visi pembangunan daerah.

“Yakni menjadikan Kabupaten Kendal yang handal di setiap dimensinya, baik smart governance, smart economy, smart branding, smart society, smart living dan smart environment,” katanya.

Diungkapkan Masrur Masykur, tersusunnya masteplan smart city yang menjadi output dari seluruh tahapan bintek ini, bukanlah merupakan tujuan akhir dari program assesment gerakan menuju 100 smart city. Melainkan menjadi pondasi awal tugas dan tantangan bersama, untuk bisa mengawal program-program yang telah disusun agar dapat terakomodir dalam perencanaan pembangunan daerah beserta pembiayaannya. “Sehingga terwujud sesuai timeline, sasaran, dan tujuan yang diharapkan masyarakat Kendal,” terangnya.

Untuk mewujudkan Kabupaten Kendal yang handal di setiap dimensi smart city, tentunya ada beberapa tugas yang menjadi perhatian bersama, diantaranya, mendorong budaya partisipasi dan kolaborasi masyarakat dalam pembangunan, membangun infrastruktur yang terintegrasi dan berkesinambungan, mengarahkan kebijakan publik berdaya saing dan berkelanjutan; dan meningkatkan pelayanan publik yang efektif dengan mengoptimalkan kinerja aparatur pemerintah yang dinamis dan berintegritas.

“Kesiapan infrastruktur, regulasi dan sumber daya menjadi penopang utama untuk bersama-sama kita penuhi demi suksesnya pembangunan smart city di daerah Kabupaten Kendal yang tercinta ini,” timpalnya.

Masrur Masykur, menyatakan, pemerintah Kabupaten Kendal akan terus berupaya untuk berbenah dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Upaya tersebut tentunya tidak dapat tercapai maksimal, tanpa dukungan, kerjasama dan gerakan dari seluruh pihak dan masyarakat. Begitu juga berharap kepada pemerintah pusat sebagai pemangku regulasi, untuk senantiasa memberikan pedoman dan bimbingan selalu terutama pendampingan yuridis terhadap program-program menuju smart city sesuai dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan dinamika kebutuhan masyarakat Kendal.

“Terima kasih dan apresiasinya kepada anggota dewan smart city, tim pelaksana dan semua pihak gerakan Kabupaten Kendal menuju smart city, yang telah berperan aktif menyampaikan gagasan, program dan bersama-sama membangun komitmen untuk mewujudkan cita-cita luhur daerah Kabupaten Kendal,” pungkasnya.

Tim Pembimbing Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Rini Rahmawati, mengatakan, pihaknya sudah meninjau ke lapangan terkait 3 aplikasi unggulan yang diajukan. Ketiganya sudah mampu mengintegrasikan data dan diharapkan dapat diintegrasikan antar OPD. Terkait program, Rini menghendaki tidak terlepas dari RPJMD yang telah disusun.

“Dan terkait publikasi ke kahalayak atau masyarakat, perlu disosialisasikan di ruang-ruang publik sampai masyarakat tahu dan memahami aplikasi apikasi smart city tersebut,” katanya.

Diketahui, Dalam tiga Bintek smart city, tahap 1 hingga 3 sudah ada 190 usulan dari OPD. Usai dikaji olem tim smart city, 87 program sudah dimasukkan dalam masterplan smart city. Tiga diantaranya merupakan masuk masterplan jangka pendek yang dalam waktu dekat akan dipaparkan di Kemkominfo RI. (nur)

Facebook Comments