Nasional

Begini Cara Puslabfor Selidiki Serpihan Pesawat Lion Air

Serpihan kapal Lion Air yang jatuh di laut Karawang (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

*Penyelidikan Terhadap Indikasi Dugaan Adanya Bahan Peledak

Dalam tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Senin (29/10), Puslabfor Mabes Polri mengambil beberapa sampel dari serpihan non-logam pesawat. Hal ini dilakukan untuk penyelidikan terhadap indikasi dugaan adanya bahan peledak.

Dalam pengambilan sampel, Kabid Balistik Metalogi Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya mengaku baru melaksanakan pengambilan sampel hari ini. Pasalnya, pihaknya sejak hari pertama terjadinya tragedi tersebut, sedang melakukan pengamatan terhadap serpihan pesawat atau barang bawaan milik korban.

“Hari pertama itu masih basah, jadi kita enggak memeriksa. Sekarang kan sudah kering, sudah terjemur kita ambil swipe, kita ambil serpihan,” kata Ulung di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/11).

Proses atau tahapan pertama dijelaskan olehnya adalah, pengambilan sampel tertentu yang menurutnya ada indikasi mencurigakan. “Ya serpihan yang mencurigai. Misalnya robeknya karena apa, nanti kita bawa ke lab. Nanti hasilnya apa? Nunggu seminggu lah,” ucapnya

Bahan-bahan yang diambil untuk diteliti di laboratorium berupa, serpihan tas, sepatu, dan partisi pesawat berbahan dasar nylon, kulit, dan honeycomb. “Ada tujuh swipe, kantongnya empat,” tutur Kombes Pol Ulung.

Swipe adalah dimana pengambilan residu yang menempel pada tas yang ada dibadan pesawat. “Residu semua, bisa residu bahan bakar,” imbuhnya

Proses swipe sendiri menggunakan potongan kain steril dan dimasukkan kedalam alat di Laboratorium Mabes Polri. “Nanti dimasukkan kedalam alat tertentu,” ungkapnya.

Pemeriksa bahan peledak dari Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Kompol Heriyandi menjelaskan alat yang digunakan untuk pemeriksaan, membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu kedepan.

“Minggu depan lah, hasil forensik keseluruhan,” ungkapnya. (jawapos)

Facebook Comments