Radar Jateng

Miris, ABG 16 Tahun Ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Miris, ABG 16 Tahun Ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

CEK TKP: Kapolsek Kalibagor Kompol Agus Bowo Astoto (tengah) melakukan cek TKP terhadap abg yang meninggal akibat gantung diri.
Polsek Kalibagor untuk Radar Banyumas

Seorang ABG berinisial NP (16) warga Karangdadap, Kalibagor, Banyumas ditemukan meninggal dunia gantung diri di rumahnya. Korban ditemukan oleh Mudiyah (41) ibu kandungnya sekira pukul 08.30 kemarin.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Kalibagor Kompol Agus Bowo Astoto mengatakan, mulanya ibu korban hendak membangunkan anaknya yang tidur di kamar tengah.

“Saat ibu korban memanggil namanya, korban tak kunjung menjawab. Setelah pintu kamar dibuka, korban sudah menggantung di blandar rumah,” ujar dia.

Mengetahui kejadian itu, Mudiyah berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan tersebut, didengar warga sekitar dan berusaha memberikan pertolongan.

Sementara, warga lain melapor ke desa setempat dilanjut melapor ke Polsek. Menindaklanjuti laporan itu, petugas mendatangi lokasi kejadian bersama tim medis puskesmas dan Tim Inafis Polres Banyumas.

“Korban ditemukan menggantung dengan seutas tali plastik warna biru, dengan posisi menghadap ke barat. Korban menggantung setinggi 25 centimeter di atas lantai,” ungkap dia.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diketahui meninggal dunia sejak beberapa jam sebelum ditemukan. Bagian tangan korban mulai menunjukkan tanda kaku.

“Tidak ditemukan tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, disimpulkan meninggal murni bunuh diri. Ada luka jejas di leher 0,5 centimeter di atas jakun, dengan lebar jejas sekira satu centimeter,” jelas dia.

Kapolsek menyatakan, sebelum gantung diri korban sempat membuat surat wasiat. Surat tersebut ditulis tangan oleh korban, di secarik kertas putih dengan tinta warna hitam.

“Maafna aku bok aku ana salah ming kabehan, aku urip mung kur gawe sengsara tok. Maaf angger aku lunga (maafkan aku jika ada salah ke semuanya, aku hidup hanya membuat sengsara saja. Maaf kalau aku pergi, red),” tutur Kapolsek membacakan surat wasiat korban.

Dia menambahkan, menurut keterangan yang digali petugas dari keluarga dan warga sekitar, korban ada masalah dengan keluarga. Diduga, dia menginginkan sepeda motor namun belum terpenuhi dan kerap berebut motor dengan kakaknya.

“Korban sudah putus sekolah, beberapa kali dia tinggal kelas hingga akhirnya tidak sekolah lagi. Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandas Kapolsek. (mif)

Facebook Comments