Radar Batang

Batik Rifaiyah Diharapkan Jadi Aneka Produk Fesyen

Batik Rifaiyah Diharapkan Jadi Aneka Produk Fesyen

DISKUSI – Salah satu peserta saat menyampaikan solusinya untuk pengembangan dan pelestarian Batik Rifaiyah.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Batik Rifaiyah diharapkan tidak dibuat menjadi sehelai kain atau baju saja. Tetapi ke depan dapat dikembangkan pula menjadi aneka produk fesyen, seperti sepatu, tas, dan lainnnya. Hal ini disampaikan desainer sekaligus mahasiswa doktoral ITB, Bulan Prizilla saat menggelar Forum Group Discussion Hexa Helix untuk Pelestarian Batik Rifaiyah di Galeri Batik Rifaiyah Desa Kalipucang Wetan, Rabu (31/10).

“Kami berharap ke depannya Batik Rifaiyah ini bisa menjadi aneka produk fesyen. Tetapi memang untuk menuju ke sana dibutuhkan banyak peran dari berbagai kalangan. Karena pada dasarnya masih ada banyak permasalahan. Apalagi, sejak tahun 2000 kuantitas pembatik Rifaiyah terus menurun dan banyak anak muda, khususnya di Desa Kalipucang ini yang tidak tahu mengenai Batik Rifaiyah,” terang Bulan.

Menurutnya, salah satu langkah untuk mewujudkan harapan tersebut dengan diterapkannya metode hexa helix. Di mana dalam pelestarian Batik Rifaiyah diperlukan dukungan enam unsur kalangan atau instansi, yakni akademisi, tokoh masyarakat, pemerintah, komunitas media, dan juga pembatik rifaiyah sendiri.

“Jadi lewat teori yang saya temukan ini, masih perlu adanya peran dari internal Batik Rifaiyah, yakni masyarakat sendiri. Karena selama ini, dari pengamatan saya sudah ada pergerakan dari kelima sektor tadi. Dan untuk kasus tadi belum maksimalnya peran serta masyarakat Rifaiyah untuk melestarikan tradisi, khususnya untuk generasi mudanya. Oleh karenanya, setalah adanya ini kami akan segera buat tindak lanjut, khususnya bagaiman tentang pewarisan dan dokumentasi terkait Batik Rifaiyah agar bisa semakin eksis,” terang wanita asal Bandung itu.

Meski begitu, Bulan berharap instansi terkait bisa membantu perannya dalam mengembangkan teori hexa helixnya dalam pelestarian batik rifaiyah. Sehingga setelah program doktoralnya selesai ada tindak lanjut dari pengembangan program yang telah dilakukan di Desa Kalipucang Wetan itu.

Sementara itu, Salah satu tokoh Rifaiyah dari Pekalongan, Hj Halimah berharap Batik Rifaiyah ini dapat selalu eksis. Ia juga berharap agar bisa lestari, Bati Rifaiyah dapat dipakai menjadi seragam. Khususnya bagi sekolah, madrasah, pondok pesantren, atau organisasi di kalangan Rifaiyah ataupun luar Rifaiyah.

“Kami harapkan Batik Rifaiyah itu terus ada. Karenanya kami sebagai warga Rifaiyah juga berharap batik Rifaiyah ini bisa dijadikan batik seragam untuk anak sekolah atau madrasah. Sehingga semakin eksis dan bisa memberdayakan pengrajin batik. Kami juga harap masyarakat luar juga bisa ikut dan bangga memakai Batik Rifaiyah yang tentunya makna dan punya spirit dakwah Islam,” tandasnya. (nov)

PENULIS: NOVIA ROCHMAWATI

Facebook Comments