Radar Kajen

Dana Desa Tahun 2019 Difokuskan Pemberdayaan Masyarakat

Dari sejak tahun 2015, Pemerintah Pusat terus menaikkan penerimaan dana desa (DD). Bagaimana tahun 2019? Triyono, Kajen

Dana Desa Tahun 2019 Difokuskan Pemberdayaan Masyarakat

EVALUASI – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri evaluasi pelaksanaan Dana Desa tahun anggara 2018.
TRIYONO

PENGGUNAAN Dana Desa tahun 2019 berbeda dengan tahun 2018. Tahun depan, Dana Desa (DD) akan difokuskan pada bidang pemberdayaan masyarakat dan ekonomi, serta pelayanan sosial dasar. Karena tahun sebelumnya sudah menitikkan pada pembangunan infrastuktur secara dominan. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi pada kesempatan evaluasi pelaksanaan Dana Desa tahun anggaran 2018, kemarin.

Bupati menyatakan bahwa empat tahun perjalanan dana desa, mulai 2015-2018, fokusnya telah didominasi bidang infrastruktur.

“Sehingga saya berkesimpulan, mayoritas desa di Kabupaten Pekalongan, untuk kebutuhan infrastruktur relatif sudah tercukupi. Sehingga saya berharap perencanaan tahun 2019 fokus ke pemberdayaan masyarakat, ekonomi dan pelayanan sosial dasar,” kata bupati.

Bidang yang harus difokuskan pada tahun mendatang itu, disebutkan Asip, meliputi pendidikan, kesehatan, hak sipil, dan perlindungan sosial. Kendati demikian, tanpa meninggalkan kebutuhan lain yang mendesak, sesuai kewenangan dan musyawarah desa.

“Demikian strategisnya dana desa yang pelaksanaannya menjadi tanggungjawab kepala desa, dan sangat dibutuhkan peran pendamping desa serta Babinkamtibmas, untuk mewujudkan pengelolaan yang efektif, efisien, akuntabel. Sedangkan pencegahan, pengawasan dan penanganan masalah, tetap menjadi perhatian utama,” tandas Asip.

Dana desa di Kota Santri, secara total sejak tahun 2015-2018 meningkat. Tahun 2015 sebesar Rp 77.762.725.000, dengan perolehan rata-rata tiap desa Rp 285 juta. Sedangkan 2016 menjadi Rp 174.527.576.000, tiap desa mendapatkan Rp 641 juta secara rata-rata.

Tahun 2017 Rp 174.527.576.000, dengan rata-rata tiap desa Rp 818 juta, kemudian tahun sekarang ini menjadi Rp 227.842.747.000, sehingga rata-rata penerimaan tiap desa juga naik menjadi Rp 837 juta. Tahun depan, anggaran dana desa dari APBN juga akan mengalami peningkatan.

“Dalam evaluasi pelaksanaan dana desa di tahun 2018, semuanya berjalan dengan baik, dan tidak ada permasalahan. Berdasarkan hasil penilaian di Kabupaten Pekalongan juga dinyatakan masih sangat baik, sehingga harus terus dijaga pelaksanaannya,” ungkap bupati.

Ditambahkan, terkait kasus salah seorang kades yang ditangkap dalam kasus penyelewengan dana untuk kepentingan pribadi. Asip menegaskan masalah itu tidak ada kaitan dengan dana desa. Karena merupakan kasus tindak pidana dengan latar belakang galian C, sehingga semua diserahkan kepada penegak hukum. (*)

PENULIS: TRIYONO

Facebook Comments