Radar Batang

Nominasi Kada Visioner, Wihaji Paparan di Depan Pakar

Wihaji Paparan

PAPARAN – Bupati Wihaji memaparkan visi pembangunan Kabupaten Batang di depan panelis Indonesia Visionary Leader, Selasa lalu.

BATANG – Bupati Wihaji kembali mendapatkan kesempatan prestisius untuk memaparkan visinya dalam membangun Kabupaten Batang. Dalam even Indonesia Visionary Leader 2018 yang dihelat salah satu media nasional itu, Wihaji memaparkan inovasinya dalam membangun daerah di hadapan para pakar.

“Di era sekarang ini, kreativitas dan inovasi adalah pilihan mutlak bagi setiap daerah untuk bisa tumbuh dan maju. Termasuk, kreativitas dan inovasi menggali pendapatan daerah agar program-program pembangunan daerah dapat berjalan optimal,” ungkap Wihaji di hadapan para penlis Indonesia Visionary Leader yang dipusatkan di Auditorium Sindo Jakarta, Selasa (30/10) lalu.

Lanjut Wihaji, keberhasilan pembangunan sebuah daerah antara lain diukur dari kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya. Sebab IPM mencakup gambaran tentang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi warganya.

“Sejak awal dilantik, saya prihatin dengan IPM Kabupaten Batang yang rendah. Itu sebabnya, masalah ini menjadi salah satu fokus kepemimpinan kami selama lima tahun ke depan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan lama pendidikan masyarakat, Pemkab telah menggulirkan program beasiswa bagi siswa SMP dan SMA yang tak mampu. Program itu diharapkan bisa mengurangi angka putus sekolah.

“Untuk pendidikan tinggi, alhamdulillah Pemkab Batang telah bekerjasama dengan Universitas Diponegoro membuka
Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU). Nantinya, kampus di Kecamatan Bandar akan bisa menampung hingga 5 ribu mahasiswa, termasuk akses untuk warga Batang sendiri. Bayangkan, perputaran ekonomi setiap tahunnya dari mahasiswa sejumlah itu. Makanya Kecamatan Bandar kita tetapkan sebagai pusat pendidikan, karena di sana juga ada Pondok Modern Tazakka,” bebher Wihaji.

Untuk program sosial, Pemkab Batang memberikan tunjangan untuk guru madin, guru honorer, dan juga santunan kematian bagi keluarga tidak mampu. Sementara terkait komitmen pemerintahan dalam pencegahan korupsi, transparansi tata kelola pemerintahan terus didorong melalui penerapan berbagai aplikasi e-government, seperti e-budgeting dan e-planning yang dijadikan KPK sebagai rujukan daerah lain, lalu ada e-bansos, e-sakti (santunan kematian), dan banyak lagi.

“Tetapi potensi korupsi itu 40% karena sistemnya dan 45% karena pemimpinnya, jadi komitmen pemimpin ini sangat penting,” tandasnya.

Indonesia Visionary Leader tahun ini mengangkat tema, ‘Membangun Daerah melalui Kekuatan Visi’, guna memilih pemimpin yang lebih inovatif dan kreatif. Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Kabag Humas Setda, Triossi Juniarto. (red)

Facebook Comments