Radar Kajen

Ilegal, 10 Toko Modern Bakal Ditutup

Ilegal, 10 Toko Modern Bakal Ditutup

TERANCAM DITUTUP – Sebanyak 10 toko modern di Kabupaten Pekalongan terancam ditutup, lantaran tidak mengantongi Surat Izin Toko Modern (SITM).
DOK

KAJEN – Toko modern berjejaring yang kian marak di Kabupaten Pekalongan, ternyata sebagian belum mengantongi izin dari dinas terkait. Setelah 6 toko modern ditutup tahun lalu karena tidak berizin, tahun ini dikabarkan ada 10 toko modern ilegal lainnya yang bakal ditutup Satpol PP lantaran persoalan serupa.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto saat dikonfirmasi, kemarin, membenarkan bahwa ada 10 toko modern yang tercatat belum mengantongi izin dari dinas terkait.

“Memang benar, ada 10 yang masuk dalam catatan,” kata Edi.

Direncanakan kesepuluh toko modern tersebut dalam waktu dekat akan segera ditutup. Namun untuk saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kejaksaan, Dinas Perizinan, dan beberapa pihak lain untuk persiapan penutupan itu.

“Kita masih menunggu hasil keputusan rapat nanti. Rencana rapat Minggu ini,” ungkapnya.

Meski demikian, beberapa pemilik toko modern itu, ada yang berusaha untuk melakukan proses izin usaha ke dinas terkait. Jika nantinya proses izin tersebut diterbitkan sebelum eksekusi penutupan dilakukan, maka petugas akan membatalkan penutupan selama memenuhi beberapa catatan.

“Kita akan cek surat izinnya, apakah memang sudah ada, dan dalam izin itu, apabila nama toko diganti, kami akan mengecek struk kasir, apakah namanya masih sama atau sudah diganti sesuai dengan yang ada di dalam dokumen perizinan,” lanjut dia.

Selain tidak memiliki Surat Izin Toko Modern (SITM), penyegelan atau penutupan terhadap toko modern ini didasari atas Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan No 1 Tahun 2014 tentang Penataan, Pembinaan dan Pengawasan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Sesuai Pasar 11 dalam Perda Kabupaten Pekalongan No 1 Tahun 2014, dijelaskan bahwa Pendirian pusat perbelanjaan dan toko modern harus memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya minimarket harus memenuhi ketentuan mengenai jarak, minimarket berjejaring tidak diperbolehkan berjarak kurang dari 1.000 m (seribu meter) dari pasar tradisional. (yan)

PENULIS: MUHAMMAD HADIYAN

Facebook Comments