Radar Jateng

Polisi Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak Sekolah

Pihak Kepolisian memastikan bahwa isu penculikan anak sekolah SD3 Ropoh Kecamtan Kepil tidak benar alias Hoax. Pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah dan orang tua wali murid.

“ tidak ada itu, sudah kita klarifikasi ke pihak sekolah dan juga wali murid,” ungkap Kapolsek Kepil AKP Muji Darmaji kemarin.

Sebelumnya beredar kabar via whatsapp bahwa, siswa SD 3 ropoh kecamatan kepil akan diculik oleh seseorang yang menggunakan baju putih, membawa mobil warna hitam bernopol E-7981, orang tua diminta waspada.

Menurutnya, dari hasil klarifikasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kejadian itu bermula dari pengendara mobil hitam yang berhenti di dekat SD3 ropoh, lalu minta ditunjukkan sebuah alamat kepada salah satu siswa, dengan imbalan Rp.5000.

“ saat pengendara minta ditunjukkan alamat, para siswa justru lari, lalu lapor kepada pihak sekolah,” katanya.

Sedangkan klarifikasi kepada pihak sekolah dan juga kepala desa ropoh, ternyata informasi penculikan itu bukan dari pihak sekolah, namun dari pihak wali murid. Kepala sekolah mengaku tidak mengetahui kejadian itu.

“ jadi saat di konfirmasi kepada guru, kepala sekolah, kata mereka informasi itu dari wali murid, sementara wali murid mengaku sebaliknya, informasi itu datang dari para guru, lha ini khan ngak jelas,” bebernya.

Pihaknya memastikan bahwa penculikan itu tidak ada, hanya miskomunikasi, tidak ada siswa yang diculik, jumlah siswa di SD3 Ropoh masih utuh. Warga diimbau tidak panic dan gusar menyikapi isu tersebut.

“ waspada itu iya, tapi ngak perlu panic. Tadi memang saat kami ke sekolah semua siswa dijemput oleh orang tua, jadi sekolah terlihat ramai dan heboh,” katanya.

Isu terkait terror penculikan juga terjadi di Kecamatan Sapuran, beredar di group WA yang mengatas namakan paguyuban RT dan RW se kecamatan sapuran, bahwa sejumlah desa di kecamatan sapuran menerima teror pada malam hari, pelaku berjenis kelamin perempuan, datang ke rumah rumah, dengan modus minta baju bekas.

Tidak disebutkan adanya penculikan, hanya ada informasi yang simpangsiur bahwa pelaku mendatangi rumah warga dengan diantar menggunakan mobil.

Berkaitan hal tersebut, Kanit Bimas Kertek Bripka Sandi mengatakan bahwa informasi tersebut belum jelas terkait masalah penculikan, namun warga merasa curiga dengan tingkah orang yang mengetok pintu malam hari di kampung mereka.

“ kita belum bisa memastikan, itu modus apa, untuk lebih jelasnya, silahkan datang ke kantor polsek sapuran,” pungkasnya. (gus)

Facebook Comments