Radar Kendal

Emak-Emak Dididik agar Jago Jualan

Emak-Emak Dididik agar Jago Jualan

BANTUAN – Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Cepiring, Anggoro Budi Arysanti saat memberikan bantuan modal kepada salah satu penerima manfaat.
AKHMAD TAUFIK

KENDAL – Rumah Zakat memiliki beberapa program seperti ada empat program senyum juara yang fokus pada pendidikan, senyum mandiri dengan fokus di bidang ekonomi, senyum sehat fokusnya di bidang kesehatan, dan senyum lestari yang fokus di sisi lingkungan. Semua program tersebut ujungnya adalah pemberdayaan masyarakat.

Seperti Rumah Zakat di Desa Cepiring yang melaksanakan program Senyum Mandiri dengan memberikan bantuan modal untuk UKM dan masyarakat yang tidak mampu akan tetapi memiliki semangat berusaha.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Cepiring, Anggoro Budi Arysanti atau yang akrab disapa Santi mengatakan, dirinya melalui Rumah Zakat baru-baru ini memberikan bantuan modal ke beberapa warga sekitar. Selain itu, para penerima manfaat juga dibekali dengan pelatihan yang bertemakan “Rumah Zakat
Mendidik Emak-Emak yang Jago Jualan” dengan tujuan memberikan edukasi bagaimana cara berjualan yang tepat sasaran.

“Kami Rumah Zakat melalui Program Senyum Mandiri memberikan bantuan modal beberapa masyarakat yang kurang mampu namun memiliki semangat berjualan. Bantuan yang diberikan tidak dikembalikan, namun syaratnya harus selalu mengikuti kegiatan pelatihan,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan utama dari program tersebut yakni membantu jalannya usaha produksi penerima manfaat dengan tambahan bantuan modal. Salah satu yang mendapat bantuan modal adalah Sih Sudaryanti, warga Desa Cepiring. Dia adalah seorang pemudi lulusan SMK yang bercita-cita mempunyai usaha sendiri. Sejak 2017, Yanti panggilan akrabnya, membantu menjadi relawan rumah zakat desa berdaya sebagai pengajar bimbel untuk siswa SD.

Awal tahun ini, bersama ibunya, memulai usaha kripik tempe yang dibungkus dengan plastik dan dititipkan ke warung-warung sekitar rumah. Namun sayangnya, kemasan plastik yang digunakan masih kurang bagus dan belum bermerek. Relawan inspirasi melalui program ekonomi rumah zakat, berinisiatif membantu usahanya untuk pengembangan produk, pengemasan, dan perluasan jaringan pemasaran.

“Salah satu yang kami berikan bantuan modal adalah Sih Sudaryanti yang memiliki usaha keripik tempe, selain bantuan modal, kami juga edukasi Yanti bagaimana berwirausaha yang tepat. Sebelumnya Yanti menggunakan kemasan untuk kripik tempenya dengan menggunakan plastik tipis, solusi diberikan adalah plastik lebih tebal dan bermerk Kripik Tempe 71 Binaan Rumah Zakat sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi,” imbuhnya.

Rumah Zakat tidak akan berhenti hanya sampai di situ saja, karena masih banyak masyarakat lainnya yang memiliki semangat jualan tetapi terbatas modal. Apalagi dari beberapa penerima manfaat juga terjebak dengan rentenir yang justru membuat sengsara.

“Dengan hadirnya Rumah Zakat ini diharapkan perekonomian masyarakat bawah semakin kondusif tanpa adanya sistem bantuan modal yang justru memperkeruh keadaan,” pungkasnya.(fik)

PENULIS: AKHMAD TAUFIK

Facebook Comments