Radar Kajen

Tanjakan Maut Kayupuring, Terjal dan Menikuk dengan Kemiringan 70 Derajat

Tanjakan Maut Kayupuring

KESULITAN – Tampak pengendara motor kesusahan melewati tanjakan Bulu, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, yang Menikuk tajam, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Kondisi jalan di tanjakan Bulu, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, cukup curam dan membahayakan. Seperti apa? M Hadiyan, Petungkriyono

Tanjakan di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, sangat bahaya. Bentuk tukungan tajam yang mirip leter S, dengan kemiringan hampir 70 derajat, membuat jalur tersebut rawan terjadi kecelakaan.

Pantauan Radar Pekalongan, kemarin, beberapa kendaraan, khususnya roda dua, sering kali tak mampu menahan laju di tanjakan tersebut. Hingga memaksa pengemudi untuk menurunkan penumpangnya, agar mengurangi beban kendaraan.

Sementara, di sisi timur, kendaraan yang menuruni jalur tersebut juga harus dalam kondisi baik. Sebab, sisi timur kendaraan adalah jurang yang cukup terjal. Apabila rem blong, maka akan sangat membahayakan.

Rojy’in, Ketua Karangtaruna Desa Kayupuring, mengatakan, kondisi tanjakan Bulu memang rawan kecelakaan. Pekan kemarin ada mobil yang mengangkut jamaah muslimat terpelanting masuk ke jurang.

“Hampir setiap bulan ada kecelakaan di jalur tersebut,” kata Rojy’in.

Ia mengimbau kepada warga, agar hati-hati ketika melintasi jalan ini. Sebab, sudah banyak warga, terutama pengendara motor yang terjatuh di jalur tanjakan leter S kecamatan tertinggi Kota Santri tersebut.

“Biasanya, yang tidak tahu Medan sering menjadi korban. Yang sering terlihat saat kecelakaan adalah pengendara motor jatuh ke jurang, kemudian motornya menimpa pengendara,” jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

Kondisi jalan di tanjakan Bulu, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, cukup curam dan membahayakan. Bentuk tukungan tajam yang mirip leter S, dengan kemiringan hampir 70 derajat, membuat jalur tersebut rawan terjadi kecelakaan. . Pantauan Radar Pekalongan, kemarin, beberapa kendaraan, khususnya roda dua, sering kali tak mampu menahan laju di tanjakan tersebut. Hingga memaksa pengemudi untuk menurunkan penumpangnya, agar mengurangi beban kendaraan. . Sementara, di sisi timur, kendaraan yang menuruni jalur tersebut juga harus dalam kondisi baik. Sebab, sisi timur kendaraan adalah jurang yang cukup terjal. Apabila rem blong, maka akan sangat membahayakan. . Rojy’in, Ketua Karangtaruna Desa Kayupuring, mengatakan, kondisi tanjakan Bulu memang rawan kecelakaan. Pekan kemarin ada mobil yang mengangkut jamaah muslimat terpelanting masuk ke jurang. . “Hampir setiap bulan ada kecelakaan di jalur tersebut,” kata Rojy’in. #radarpekalongan#pekalongan#batang#kendal#pemalang#tegal#kotapekalongan#kabupatenpekalongan#berita#jateng#jawatengah Punya info/berita menarik? kirimkan melalui DM atau WA 082323502373

A post shared by Radar Pekalongan (@radarpekalongan) on

Ia berharap, ada pembangunan talud di sisi jurang, agar dapat menghindari pengendara terperosok ke bawah. Bahkan kalau memungkinkan, warga berharap ada jalur baru di sisi sungai yang lebih landai dan tidak terjal.

“Diharapkan, tidak ada lagi korban. Warga bisa waspada. Meskipun jalur Petungkriyono sudah halus, namun perlu hati-hati ketika melintasi tanjakan ini,” tandasnya. (*)

Facebook Comments