Radar Kendal

Lima Siswa Sekolah Ini Sabet Juara LKS XXVII Jateng

SMKN 2 Kendal

JUARA – Lima siswa SMKN 2 Kendal berhasil raih juara di LKS XXVII Provinsi Jateng 2018. Tampak Empat siswa raih juara foto bersama Kepala Sekolah Maryono.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) XXVII Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 telah resmi ditutup. Kabar baiknya, lima dari sembilan kontingen yang dikirim SMKN 2 Kendal berhasil menyabet juara dan memboyong mendali emas, perak dan perunggu serta juara harapan I.

Koordinator tim kontingen SMKN 2 Kendal, Rosyid Hidayat mengatakan, lima siswanya meraih juara, untuk beberapa lomba, yakni juara 1 mata lomba refrigrasi, juara 1 mata lomba auto cad building, juara 3 mata lomba meca tronik, juara 3 mata lomba computer aided drawing dan design (CADD), dan juara IV/ harapan 1 mata lomba joinery.

“Mata lomba yang tidak juara adalah instalation/ commercial wairing, carpentry/ cabinet making, bricklaying, dan industrial control. Faktor kelelahan yang dialami siswa. Karena lombanya dari pagi hingga sore hari. Kalau dari persiapan sudah matang anak-anak kami,” katanya, Rabu (31/10).

Sementara Kepala SMKN 2 Kendal, Maryono, mengaku bangga dengan capaian prestasi yang ditorehkan siswanya di ajang bergengsi tersebut. Prestasi yang sudah dicapai itu tak hanya berhenti samapi di ajang LKS tingkat Jateng, akan tetapi juga bisa diraih dalam LKS sekala nasional dan internasional. Pasalnya, pada LKS mata lomba pendingin siswanya ada yang mampu berbicara di tingkat Internasional, Asean Skill.

“Yakni, di Asean Skill pernah juara 1, 2 dan 3. Tentu juara yang diraih itu bisa membawa nama baik sekolahan dan bangsa. Pada ajang Word Skill, mata lomba joinery, siswa kami yang juara nasional maju ke ajang itu yang digelar di Abu Dhabi,” katanya.

Lanjut Maryono, selain membawa nama baik sekolah, daerah Kabupaten Kendal, dan bangsa serta negara, keuntungan lainya bagi siswa yang sudah menorehkan prestasi itu adalah saat akan melanjutkan pendidikanya ke perguruan tinggi. Misal dengan juara LKS pada tingkat provinsi, siswa tersebut mendapatkan kemudahan masuk ke perguruan tinggi. “Melalui jalur prstasi siswa kami bisa diterima di perguruan tinggi,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan memacu bagi siswanya yang belum berkesempatan meraih juara dalam lomba kompetensi siswa. Caranya dengan melakukan pembibitan siswa mulai dari kelas I, sehingga akan diperoleh bibit-bibit unggul.

“Kemudian di kelas 2, mulai ada pengenalan dengan LKS dan baru di kelas 3 nya adalah dilakukan pemantapan oleh pembimbing. Terkadang saat lomba berlangsung faktor fisik ini yang sangat menentukan untuk bisa bisa meraih juaranya. Seperti pada mata lomba bricklaying/ kayu. Karena mata lomba itu butuh energi yang luar biasa. Tak kalah penting menumbuhkan segi mentalnya untuk bertanding,” pungkasnya. (nur)

Facebook Comments