Radar Pendidikan

Siswa MTs Ini Wakili Jateng ke Kompetisi Robotik Nasional

Kompetensi Robotik Nasional

MOHON RESTU – Siswa MTs Muhammadiyah Batang saat memohon doa restu dari Kepala Kanwil Kemenag Jateng untuk mengikuti Kompetisi Robotik Nasional antar Madrasah yang di gelar Kemenag RI besok, di Depok.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – MTs Muhammadiyah Batang bakal mewakili Jawa Tengah dalam Kompetisi Robotik Nasional antar madrasah yang bakal digelar Kemenag RI, 3-4 November mendatang di Depok. Tim MTs Muhammadiyah Batang sendiri sudah lolos dari seleksi ketat yang dilakukan oleh panitia sebelumnya.

Atas kesuksesannya menembus seleksi, MTs Muhammadiyah Batang mendatangi langsung Kantor Kanwil Kemenag Jateng untuk memohon doa restu untuk kelancaran kompetisi, Rabu (31/10).

“Jadi kedatangan kami kemari untuk meminta doa restu dari Ka Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk maju ke kompetisi robotik nasional antar madrasah yang digelar Kemenag RI. Di Jawa Tengah sendiri ada empat MTs yang lolos, ada dua MTs yang dari Sragen, satu Mts dari Grobogan dan satu lagi kami dari Mts Muhammadiyah Batang,” terang Wakil Kepala MTs Muhammadiyah Batang bagian kesiswaan, Risky F SPd saat diwawancarai usai kunjungan ke Kanwil Kemenag Jateng.

Dijelaskan, sebelumnya madrasah mengikuti serangkaian seleksi, mulai dari seleksi administrasi dan data-data. Ada dua kategori yang dilombakan, dan masing-masing kategori hanya dipilih 20 madrasah. Dua kategori tersebut yakni Mobile Rescue dan Rancang Bangun. Dan MTs Muhammadiyah Batang berkesempatan untuk mewakili di kategori mobile rescue.

“Untuk kategori mobile rescue, robot yang dibuat harus bisa menyelesaikan misi menangani sebuah bencana yang sedang terjadi.
Nanti akan disiapkan sebuah jalur dengan berbagai tantangan. Sebagai contoh ketika ada warna biru misalnya, robot harus bisa mendeteksi warna tersebut dengan menghidupkan sebuah alarm. Lalu robot akan jalan lagi dan nanti akan menemui rumah dengan warna merah misalnya, sebagai simbol kebakaran. Maka robot harus bisa mendeteksi dengan cara kipas yang berputar. Itu gambaran kecilnya mbak,” terang Risky.

Persiapan kurang lebih dilakukan selama dua minggu. Mulai dari pendaftaran, pembuatan robot dan pelatihan. Pihaknya berharap dapat menampilkan performa yang apik. Dan pihaknya yakin hasil kerja keras ekskul robotik yang pertama ada di Batang ini bisa menorehkan prestasi. Sehingga bisa turut mengharumkan nama Batang.

“Kami harap kegiatan ekstra kurikuler robotik yang kami dalami dapat menuai hasil maksimal. Kami harap dengan keikutsertaan kami dapat memacu sekolah atau madrasah lain di Batang untuk mengembangkan ekskul robotik. Kami sangat berharap kami bisa menjadi juara dan turut mengharumkan nama Batang,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments