Radar Batang

Gara-gara Batasan Usia, 5 Formasi CPNS Ini Tidak Ada yang Mendaftar

Kurangi Dampak Tol, Wihaji Ajukan Konsep TOD

JUMPA PERS – Bupati Wihaji didampingi Kabag Humas Setda Batang, Triossy Juniarto saat memberi keterangan kepada wartawan terkait pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

*Bupati Usulkan Batas Usia Maksimal Dinaikan Menjadi 40 Tahun

BATANG – Hingga batas akhir pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Batang, ternyata tidak ada satupun pendaftar yang mendaftar untuk formasi dokter spesialis. Kondisi tersebut disebabkan adanya batasan usia maksimal 35 tahun, padahal rata-rata usia dokter spesialis diatas batas yang ditentukan.

“Untuk formasi dokter spesialis, RSUD di Kabupaten Batang ini sangat membutuhkan. Namun karena adanya batasan usia, maka tidak ada satupun dokter spesialis yang mendaftar untuk lowongan yang ada,” ujar Bupati Batang, Wihaji ketika dikonfirmasi di kantornya, Senin (21/10).

Adapun formasi CPNS dokter spesialis yang belum terisi pelamar diantaranya, doktet spesialis anak, anastesi, bedah, jantung, kesehatan jiwa, kulit dan kelamin, Obsgyn, paru, patologi, penyakit dalam, radiologi dan dokter spesialis THT.

Wihaji menjelaskan, untuk kekosongan pelamar formasi dokter spesialis ini terjadi hampir di semua daerah. Kondisi tersebut akibat adanya peraturan yang membatasi bahwa untuk pendaftar CPNS usia maksimal adalah 35 tahun. Padahal rata-rata usia dokter yang sudah mempunyai pendidikan spesialis diatas 35 tahun.

“Melihat kondisi yang ada, Pemkab Batang memberikan usulan ke pemerintah pusat agar batasan usia untuk pelamar formasi dokter spesialis bisa dirubah. Yaitu batas usia maksimal dinaikan menjadi 40 tahun, karena untuk mencari dokter spesialis dengan usia maksimal 35 tahun sangatlah sulit,” jelas Wihaji.

Wihaji berharap agar Kementrian PanRB bisa merespon usulan tersebut, termasuk juga dengan Kementrian Kesehatan bisa ikut menjembataninya. Mengingat kebutuhan dokter spesialis sangatlah tinggi guna memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat, termasuk warga Kabupaten Batang.

“Saya berharap ada program Dokter Tidak Tetap ( DTT) spesialis dari kementrian kesehatan untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan di Batang. Dan untuk saat ini program tersebut sudah dijalankan RSUD Limpung dengan adanya lima dokter yang penggajiannya diberikan oleh Kementrian Kesehatan. Dan jika ada lagi, maka pemkab siap memfasilitasi rumah dan juga mobil dinas,” tandas Wihaji. (don)

Facebook Comments