Nasional

Miris, ABG 18 Tahun Ini Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Toilet Bandara

Pelajar buang bayi di toilet Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. (Istimewa/pojoksatu.id)

*Pelaku Merupakan Siswi Kelas XII SMA di Wonosobo

Setelah dibuat heboh dengan  penemuan jasat bayi di toilet bandara, akhirnya aparat kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pembuang bayi di kloset Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan, Sabtu (20/10). Terduga pelaku itu berinisial ND (18).

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Mahfud Hidayat, Sabtu (20/10). “Terduga (ND) sudah kami amankan,” katanya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group).

Dia membeberkan, terkuaknya kasus ini berkat CCTV bandara. Pelaku merupakan penumpang pesawat penerbangan dari Jogjakarta-Balikpapan. Diketahui ND berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah. Hasil penelusuran polisi melalui CCTV, ND terlihat masuk ke toilet A2 pada Jumat (19/10), sekira pukul 23.04 Wita.

Kemudian dia keluar pada pukul 23.23. ND kemudian berjalan menuju ke lobi bandara. “Selanjutnya naik taksi bandara menuju salah satu hotel di Balikpapan,” beber Mahfud.

Setelah mendapat informasi tersebut, lanjut dia, tim gabungan Polda Kaltim bersama Polres Balikpapan dan Polsek Bandara SAMS, segera menuju hotel tersebut pukul 01.00 wita.

Sampai di hotel, polisi lebih dahulu mengonfirmasi mengenai keberadaan ND kepada resepsionis hotel. Kemudian tim mencocokkan CCTV hotel dengan CCTV bandara yang diduga pelaku pembuangan bayi itu masuk ke lobi dan kamar hotel.

“Ternyata sama. Bahwa diduga pelaku menginap di hotel tersebut di kamar 329,” terang perwira balok tiga di pundak itu. Setelah bukti-bukti terkumpul, polisi langsung menciduk ND di kamar tersebut.

Oleh polisi, lanjut Mahfud, Nd kemudian dibawa ke Rumah Bhayangkara Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan pada pukul 02.40 wita. “Hasil pemeriksaan membenarkan bahwa yang bersangkutan (ND) baru saja selesai melahirkan,” terangnya.

Terduga pembuang bayi di Bandara SAMS Sepinggan saat ditangkap di kamar hotel. (ist/Prokal.co/jawapos)

Kemudian pukul 03.30 wita terduga dibawa ke Polres Balikpapan untuk proses lebih lanjut. Bayi bertubuh mungil itu sebelumnya ditemukan dalam posisi tengkurap tanpa pakaian di dalam lubang kloset toilet Bandara SAMS Balikpapan. Bayinya yang masih berusia hitungan menit dibuang ke dalam kloset di bandara hingga meninggal dunia.

Sementara itu, orang tua ND rupanya tidak mengetahui kejadian yang dialami anaknya. Kepada polisi, mereka mengaku tidak tahu-menahu soal kehamilan anaknya. Pengakuan orang tua pelaku ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Mahfud Hidayat, Sabtu (20/10) sore.

Dalam jumpa pers dengan awak media, Mahfud mengatakan, ND merupakan warga Kabupaten Wonosobo, Jateng. Bersama keluarganya, dia hendak pergi ke Balikpapan untuk berlibur sekaligus mengunjungi kakaknya di Sangatta, Kutim.

ND bersama keluarganya berangkat menggunakan maskapai penerbangan bernomor seri JT 664, melalui Bandara Adisutjipto, Jogjakarta.

ND berangkat dengan mengenakan pakaian muslimah serba lebar. Namun bukan tanpa maksud. “Hal ini dilakukan agar kandungan dalam perutnya tidak ada yang mengetahui,” kata Mahfud.

Saat tiba di Bandara SAMS, ND berpisah dari rombongan. Melaui CCTV, polisi melihat ND pergi ke toilet A2 di sebelah barat pintu kedatangan bandara seorang diri. “Di toilet itu dia melahirkan sendiri,” jelasnya.

Dia menambahkan, proses melahirkan ND berlangsung sekira 30 menit. Setelah berhasil keluar, bayinya ditinggal di dalam sebuah kloset di toilet tersebut. “Di toilet itu juga bayinya dipastikan meninggal dunia,” tambahnya.

Motifnya, lanjut Mahfud, ND membuang jabang bayinya itu karena malu. Sebab, perempuan yang masih duduk dibangku kelas XII SMA di Wonosobo itu belum menikah. “Karena belum punya suami, jadi dia (NB) berusaha menutupi aibnya itu,” terangnya.

Kini, ND harus berhadapan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjerat dia dengan pasal 306 KUHP junto pasal 307 KUHP tentang penelantaran anak. “Ancaman penjaranya sembilan tahun ditambah sepertiga, jadi totalnya sekitar dua belas tahun penjara,” pungkasnya. (jawapos.com)

Facebook Comments