Radar Kajen

Buruh Jembatan yang Tertimbun Longsor Masih Kritis

jembatan di Dukuh Padurekso Desa Kalijoyo Kajen

TELAN KORBAN – Perbaikan jembatan di Dukuh Padurekso Desa Kalijoyo Kajen, merupakan jembatan penghubung Kecamatan Kandangserang dan Kajen menelan korban jiwa.
TRIYONO

KAJEN – Khudori (40), seorang pekerja proyek jembatan di Desa Kalijoyo, Kajen yang ikut tertimbun longsoran tanah masih kritis di RSUD Kajen. Polisi pun belum bisa dimintai keterangan.

Hal itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi, Jumat (19/10). Kata, adanya pekerja proyek jembatan yang tewas tertimbun tanah, anggota langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun seorang korban yang selamat, Khudori alias Siku yang dirawan di Rumah Sakit kini belum bisa dimintai keterangan dikarenakan kondisinya belum stabil.

“Sementara kita masih memintai keterangan saksi, namun korban Khudori merupakan saksi kejadian belum bisa kita mintai keterangan,” katanya.

Korban masih menjalani perawatan, namun apabila sudah pulih bisa dimintai keterangan maka petugas bisa menarik kesimpulan, apakah kelalaian maupun tidak.

“Kalau dilihat dri lokasi memang pondasi sudah lama. Kemudian dari keterangan ternyata pekerjaan itu merupakan kegiatan pemeliharaan rutin,” lanjutnya.

Sementara Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, H Wahyu Kuncoro ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa perbaikan pondasi jembatan di Dukuh Padurekso Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen merupakan pekerjaan rutin. Itu dilakukan atas dasar permintaan dari Kepala Desa Kalijoyo karena pondasi jembatan sudah retak.

“Pembangunan bukan melalui CV melainkan pemeliharaan rutin karena direncanakan tahun depan direhab total. Pembangunan tersebut untuk penguatan jembatan,” ungkapnya.

Sedangkan dalam kejadian itu, seorang pekerja yang baru satu minggu ikut proyek, Imam (28) asal Desa Ambo Wetan, Kecamatan Ulujami, Pemalang saat di lokasi kejadian kebingungan karena tidak mengetahui siapa pelaksana kerja.

“Saya juga bingung mau minta bayaran ke siapa karena yang tahu semua Mandor Roni. Padahal sudah seminggu dan hari ini pocokan,”keluhnya.

Seperti diketahui, Peristiwa mengenaskan terjadi di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kamis (18/10) sekira pukul 15.00. Seorang mandor tewas dan seorang kuli bangunan kritis tertimbun tanah longsor saat mengerjakan proyek jembatan di Jalan Raya Gandarum – Kalijoyo, Kecamatan Kajen, tepatnya di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen.

Mandor proyek yang tewas adalah Sahroni (50) warga Desa Keborangan, Kecamatan Subah, Batang, sedangkan rekannya, Khudori (40) warga Desa Ambowetan, Kecamatan Ulujami, Pemalang, kritis.

Informasi yang diperoleh, kejadian itu berawal saat lima orang mengerjakan proyek jembatan. Mereka adalah, dua korban dan Gering, Imam dan Slamet. Saat itu, sekira pukul 13.00 wib, mereka memperbaiki pondasi jembatan. Para kuli bangunan menggali pondasi jembatan dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Sekitar pukul 14.30 wib, penggalian pondasi selesai. Selanjutnya, mandor proyek, Sahroni, memerintahkan anak buahnya untuk mulai menggiling adukan dengan molen kepada Imam (28). Begitu adukan jadi, korban meminta anak buahnya membawa adukan ke bawah jembatan dengan menggunakan ember.

Sesuai perintah mandor, salah satu pekerja, Slamet, membawa adukan ke bawah. Sementara mandor Roni dan Khudori alias Siku berada di bawah jembatan. Belum juga Slamet sampai dibawah, tiba-tiba tebing bagian sebelah utara jembatan setinggi 4 meter longsor menimpa Roni dan Khudori alias Siku. Melihat kejadian itu, Slamet langsung lari untuk mengecek longsoran.

Melihat mandor dan rekannya tertimbun tanah, Slamet langsung mengecek sambil berteriak minta tolong ke warga sekitar. Saat itu masih terdengar suara minta tolong dari dalam timbunan.

“Saat saya cek ternyata Roni dan Siku sudah tertimbun tanah. Saya langsung loncat ke bawah,” ungkap Slamet. (yon)

Penulis: Triyono

Facebook Comments