Radar Batang

Perampokan di Subah Ternyata Modus Baru Pelaku

Pelaku Perampokan

INTROGASI – Kanit 1 Satreskrim Polres Batang, IPTU Darmanto, saat mengintrogasi salah satu pelaku perampokan.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Polres Batang terus melakukan penyidikan dan pengembangan atas kasus perampokan yang terjadi pada Kamis (18/10) kemarin di jalur Pantura Sengon, Subah. Terlebih, modus kejahatan berpura-pura mengenal korban tercatat sebagai modus baru di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang.

Saat ini, petugas tengah mengorek keterangan dari dua pelaku yakni Suhadi (44) dan Tomi (46). “Sedang kami lakukan penyidikan. Dalam keterangan para pelaku, mereka mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan itu. Karena waktu kejadian mereka mengaku sedang tidak mempunyai uang untuk pulang ke kampung halaman di Bandar Lampung,” ungkap Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kanit 1 Satreskrim Polres Batang, IPTU Darmanto, Jum’at (19/10).

Namun, kata dia, penyidik tidak mau percaya begitu saja pada keterangan para pelaku tersebut. Hingga pada akhirnya, istri dari pelaku Suhadi menelpon ke handphone suamiya tersebut dan menanyakan kenapa perbuatan itu diulangi lagi.

“Istri Suhadi ini nelpon ke handphonenya, kemudian kita dengar percakapannya dan terlontar dari omongan istrinya tersebut yang mengatakan ‘kenapa kamu ulangi lagi perbuatan itu?’. Berangkat dari situ, akhirnya kita gali lagi keterangan dari pelaku Suhadi ini. Dan akhirnya dia mengaku, sudah pernah melakukan kejahatan serupa di kampung halaman Bandar Lampung,” katanya.

Akan tetapi petugas kembali belum mempercayai keterangan pelaku. Oleh karenanya, kini petugas tengah berkoordinasi dengan jajaran Satreskim di Bandar Lampung. “Kita koordinasikan dulu, apakah para pelaku ini merupakan residivis dan masuk dalam jaringan sindikat kejahatan perampokan,” katanya.

Menurut IPTU Darmanto, aksi perampokan dengan modus operandi pura pura mengenal korban merupakan modus baru yang ditemukan di wilayah Jawa tengah, khususnya di Kabupaten Batang. “Ya, ini merupakan modus baru yang kita tangani. Dan aksi mereka tergolong nekat,” terangnya.

Ditambahkannya, kedua pelaku merupakan warga Tanjung Karang, Bandar Lampung. Kedatangan mereka ke Jawa Tengah diketahui hendak bertemu dengan salah satu anaknya yang sedang mengenyam bangku pendidikan di Kota Yokyakarta.

“Jadi Anak dari Suhadi ini sedang sekolah di Yogyakarta. Oleh karenanya ia bersama pelaku Tomi (supir, red) datang untuk menjenguknya. Suhadi sendiri mengatakan bahwa pekerjaan sehari harinya membuka usaha rental mobil,” katanya.

Atas perbuatan para pelaku tersebut, petugas kepolisian menjatuhkan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. “Mereka akan menjalani masa kurungan penjara selama 12 tahun lamanya,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments