Radar Kajen

BBM Naik, Petani Beralih ke Gas Untuk Menyalakan Pompa Air

TRIYONO
MEMASANG -Warga saat menyalakan pompa air dengan menggunakan gas elpiji tiga kilogram.

KESESI – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) akhir akhir ini membuat sejumlah petani beralih ke elpiji 3 kilogram. Penggunaan elpiji tersebut tidak untuk memasak melainkan menyalakan pompa penyedot air baik untuk mengaliri sawah atau lingkungan sekitar di saat musim kemarau. Peralihan penggunaan gas elpiji 3 kilogram dinilai lebih hemat. Selain itu juga lebih praktis dalam penggunaanya.

Untuk perbandingan, ketika menggunakan BBM setidaknya dalam 9 jam bisa menghabiskan 4 liter atau 1 galon bensin dengan uang yang dikeluarkan Rp 40.000.
Sedangkan ketika menggunakan gas melon, dalam 9 jam hanya menghabiskan satu tabung gas 3 kilogram dengan harga Rp 20.000. Jadi dengan menggunakan gas elpiji 3 kilogram warga bisa hemat 50 persen atau Rp 20.000.

Hal itu dibenarkan salah seorang petani di Desa Jagung, Kecamatan Kajen, Caribun. Kata dia, sebelum menggunakan elpiji untuk pengganti BBM, kocek yang dikeluarkan untuk menyalakan pompa penyedot air cukup tinggi. Bahkan bisa dua kali lipat dibanding harga gas melon, karena dalam 9 jam BBM yang digunakan 4 liter dengan harga perliter Rp 10.000 dikali 4, yaitu Rp 40.000.

“Awalnya saya coba – coba dari BBM ke elpiji, setelah tak praktekan bisa dan ternyata lebih hemat dibandingkan BBM. Sekarang sudah mulai banyak yang mengubah pompa air BBM ke BBG,” terangnya.

Dikatakan, selain pompa air digunakan untuk mengaliri tanaman di sawah, warga juga banyak yang memanfaatkan untuk mengaliri lingkungan warga seperti pelataran rumah atau kebun. Kebetulan saat ini musim kemarau jadi sumur warga debit airnya ikut turun dan keruh.

Namun dengan lingkungan dialiri air, maka air akan menyerap ke sumur sehingga sumur warga kembali normal seperti musim penghujan.

“Saya rutin 15 hari sekali menyedot air dari sungai untuk menyirami area pelataran rumah, sehingga sumur bisa normal. Selain itu tetangga tumah banyak yang senang karena sumurnya ikit terisi dari resapan air tersebut,” lanjutnya.

Senada diungkapkan Yasir yang ikut beralih ke gas dari BBM untuk menyalakan pompa air. Karena pemakaian tabung gas elpiji 3 kg untuk bahan bakar mesin pompa air irigasi sangat menguntungkan. Bahkan sudah banyak petani sekarang beralih memakai bahan bakar gas.

“Sekarang hampir semua pemilik pompa air telah mengganti dengan bahan bakar gas. Selain lebih irit, biaya operasionalnya lebih menguntungkan,” imbuhnya.(yon)

Facebook Comments