Radar Kendal

M Said Aqil, Tuna Netra Peraih Juara I Lomba Tahfidz

AKHMAD TAUFIK
JUARA – Muhammad Said Aqil berhasil meraih juara 1 STQ Golongan Tahfidz 20 Juz Kabupaten Kendal Tahun 2018. Meski mengalami keterbatasan fisik karena tuna netra, dia nyatanya mampu menghapal Alquran dengan ketekunannya.

*Tak Bisa Melihat, Menghapal Alquran Bermodalkan MP3

Sebagai kitab suci, Alquran ternyata membuktikan kelebihannya yang mudah dihapal banyak orang. Bahkan, keterbatasan fisik tak lantas menjadi penghalang untuk menghapal kitab berbahasa Arab itu. Muhammad Said Aqil contohnya, meski menderita tuna netra, ia mampu menghapal Alquran dengan mengoptimalkan pendengarannya. Seperti apa?

Akhmad Taufik, Kendal

PEMUDA yang karib disapa Said itu baru saja dinobatkan sebagai Juara 1 Tahfidz untuk kelompok 20 juz dalam ajang MTQ Pelajar XXXIII (ke-35) dan STQ XXV (ke – 25)Kabupaten Kendal Tahun 2018, baru-baru ini. Meski matanya tak bisa melihat, dia tak patah semangat untuk belajar menghapal Alquran.

Tak ada hasil yang mengkhianati proses. Said yang tuna netra pun nyatanya mampu mengungguli peserta lain yang normal fisiknya.

“Saya mengahafal Alquran sudah lama, tapi berapa lamanya saja juga tidak tahu. Cara saya menghafal melalui mp3 yang setiap hari saya putar. Ini adalah anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada saya,” ungkap Muhammad Said Aqil saat ditanya Radar Pekalongan bagaimana cara ia yang tuna netra menghafal Alquran.

Said mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang telah diraih. Tak hanya juara MTQ tingkat Kabupaten Kendal, dia pun berkesempatan mewakili daerahnya dalam ajang STQ Tingkat Jawa Tengah bulan depan. Ia tidak lupa meminta doa dari seluruh masyarakat Kendal supaya dirinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Kendal.

“Saya tidak ada target apa-apa, karena ini Alquran bukan sebuah barang yang sembarangan diperlombakan. Semua karena ridho Allah SWT, jika Allah menghendaki maka terjadilah. Dan niat saya adalah untuk ibadah agar Alquran yang saya baca dapat bermanfaat,” terangnya merendah.

Sebagai seorang Muslim, Said pun berpesan untuk saudara-saudara seiman agar tak sekali-kali meninggalkan Alquran. Jagalah Alquran dengan menghapalnya. Tidak sulit menghapal Alquran, terlebih bagi yang normal fisiknya.

“Saya saja yang tidak dapat melihat mampu menghafal Alquran, apalagi yang normal,” tukasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Kendal, Muh Rozi sangat mengapreaiasi semangat Said. Meski dalam keterbatasan penglihatan namun tidak patah semangat untuk terus menghapal Alquran. Menurutnya, hal itu menjadi contoh untuk yang lain agar tidak mudah menyerah untuk menghapal Alquran.

“Ini menjadi teguran untuk kita semua, ini sebagai kebesaran Allah di mana seorang hafidz namun tunanetra. Padahal logikanya, menghapal itu perlu membaca, membaca perlu melihat. Tapi inilah mukjizat Alquran,” katanya.(*)

Facebook Comments