Radar Kajen

Daerah Atas Digenjot untuk Area Produksi Jagung

Benih Jagung

BENIH JAGUNG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto saat menyerahkan bantuan benih Jagung kepada petani Kandangserang, didampingi Kordinator Gerakan Pemuda Tani Ex- Karesidenan Pekalongan, M Slamet.
TRIYONO

KAJEN – Minimnya produksi Jagung di Kota Santri membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan melakukan inovaso meningkatkan swasembada pangan. Untuk mendukung, area wilayah atas ditarget sebagai penyokong swasembada Jagung.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Siswanto, kemarin. Kata dia, produktivitas Jagung di Kabupaten Pekalongan saat ini perhektar 5 ton. Hal itu dikarenakan masih menggunakan Jagung lokal. Untuk itu, pihaknya mencoba mengembangkan Jagung Hibrida di beberapa wilayah seperti di Karangdadap, Kedungwuni, Tirto.

“Untuk swasembada Jagung sekarang yang kita kembangkan adalah di wilayah atas yaitu Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono dan ditambah wilayah Doro dan Talun,” terangnya.

Menurutnya, dalam meningkatkan produktivitas Jagung ada sekitar 770 hektar area pertanian warga yang diberikan bantuan benih. Dengan bantuan benih ke petani Kecamatan Kandangserang, diharapkan produktivitas jagung perhektar bisa mencapai 9 ton perhektar, meskipun itu masih dibawah rata rata hasil hibrida yang mencapai 14 sampai 15 ton perhektar.

“Kita kembangkan sekitar 770 hektar di Kandangserang untuk benihnya yang disalurkan 11.550 Kilogram. Harapanya area tersebut bisa ditanam jagung hibrida yang baru dan mudah mudahan hasilnya 9 ton perhektar. Kalau sampai 9 ton perhektar maka Produksi Jagung di Kabupaten Pekalongan bisa meningkat dua kali lipat,” lanjutnya.

Dikatakan, di Indonesia kebutuhan jagung untuk pakan ternak mencapai 20-an juta ton. Namun produksi di Indonesia masih 23 sampai 24 ton, jadi kebutuhan masih kurang. Sedangkan kebutuhan yang lain terutama untuk makanan masih kurang sedikit.

“Jadi Jagung yang untuk ternak saat ini masih impor, termasuk tahun ini diharapkan bisa swasembada Jagung oleh karena itu kita kembangkan jagung hibrida. Sedangkan produksi jagung di Kabupaten Pekalongan masih 6 ribu ton, dan kalau pemupukan secara teratur maka hasil produksi bisa meningkat,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, setelah melalui proses yang cukup rumit dengan melakukan pendataan Calon Penerima Calon Lahan ( CPCL) bantuan benih jagung di wilayah Kota Santri, kini Gerakan Pemuda Tani Indonesia ( Gempita) Kabupaten Pekalongan akhirnya bisa bernapas lega. Sebab, sebanyak 1.523 petani bakal menerima bantuan beni jagung yang akan disalurkan oleh Gempita.

Benih jagung biji 2 sudah ada di Kantor Gempita Kabupaten Pekalongan di Jalan Pahlawan sebelah utara perempatan tugu nol. Tercatat sebanyak 1.523 petani akan menerima bantuan beni jagung denga luas area pertanian sekitar 770 hektar yang tersebar di 7 desa di Kecamatan Kandangserang.

Kordinator Gerakan Pemuda Tani Ex- Karesidenan Pekalongan, M Slamet mengatakan bahwa bantuan benih jagung yang diajukan awal 2018 kemarin kini sudah siap direalisasikan dari Kementrian Pertanian. Benih jagung tersebut kini sudah ada di Kantor Gempita Kabupaten Pekalongan.

“Benih jagung untuk petani 1523 orang seluas 770 hektar ini akan kami distribusikan ke tujuh desa yang ada di Kecamatan Kandanserang, Kabuapaten Pekalongan. Adapun benih jagung untuk satu dus berisikan 4 plastik dengan berat masing masing 5 kilogram,” terangnya. (yon)

Facebook Comments