Metro Pekalongan

TMMD Diharapkan Bisa Mendukung Penurunan Angka Kemiskinan

TMMD Diharapkan Bisa Mendukung Penurunan Angka Kemiskinan

ALAT KERJA – Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz secara simbolis menyerahkan alat kerja kepada perwakilan personel TNI, Polri, dan Linmas, dalam pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 di Kelurahan Sokoduwet, Pekalongan Selatan, Senin (15/10).
DOK IST

Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2018 di Kota dan Kabupaten Pekalongan resmi dibuka pada Senin (15/10) pagi.

Untuk Kota Pekalongan, pembukaan diadakan di Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan. Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, melalui Danramil Pekalongan Selatan Kapten Arh Wiyoto menjelaskan, ada sasaran fisik dan nonfisik yang dikerjakan dalam TMMD kali ini.

Untuk sasaran fisik, TMMD akan mengerjakan peninggian jalan sepanjang 330,50 meter dengan lebar 4 meter dan pembuatan talud sepanjang 266 meter. “Sedangkan sasaran nonfisik berupa penyuluhan-penyuluhan, diantaranya penyuluhan antinarkoba, penanganan bencana, wawasan kebangsaan, dan masih banyak lagi penyuluhan lainnya,” jelas dia, pada upacara pembukaan TMMD di Lapangan Sokoduwet, Kelurahan Sokoduwet, Pekalongan Selatan, Senin (15/10) pagi.

Adapun sumber dananya, berasal dari APBD Provinsi Rp167.200.000 dan APBD Kota Pekalongan Rp82.000.000, sehingga total Rp249.200.000.

Diharapkan, dengan terbangunnya sasaran fisik hasil kegiatan TMMD ini, TNI AD dalam hal ini Kodim 0710/Pekalongan bisa membantu meningkatkan oda perekonomian masyarakat.

TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 ini dibuka langsung oleh Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz. Secara simbolis pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta TMMD dan penyerahan alat kerja bakti berupa cangkul dan sekop dari Wali Kota kepada personel yang terlibat, dari unsur TNI, Polri, dan Linmas.

Dalam amanatnya Wali Kota secara langsung membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam sambutannya gubernur mengajak seluruh elemen, baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat di Jawa Tengah untuk bersama meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan sosial.

Dengan dana yang telah disiapkan, baik dari APBD provinsi dan APBD kota, diharapkan dapat memperlancar kegiatan TMMD dan bisa digunakan sebaik mungkin dengan hasil sesuai target yang diharapkan.

Wali Kota usai meninjau lokasi sasaran TMMD, menjelaskan bahwa sesuai harapan gubernur kegiatan TMMD didorong menjadi salah satu cara mendukung penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

“Kita lihat bersama dengan pembangunan jalan, peninggian jalan, pembuatan talud serta penyuluhan-penyuluhan yang dilaksanakan kKodim 0710 Pekalongan di kegiatan TMMD hasilnya akan memperlancar roda perekonomian masyarakat,” kata Saelany Machfudz.

Wali Kota menambahkan dengan infrastuktur yang baik dan mudah, maka perekonomian masyarakat pun akan terbantu. Dampaknya pun akan dirasakan langsung masyarakat. Sehingga nantinya angka kemiskinan di daerah akan menurun.

Jembatan Simbang Kulon

Sementara itu, TMMD di Kabupaten Pekalongan kali ini melakukan pembangunan Jalan Makadam dan Jembatan di Kelurahan Sumbang Kulon, Kecamatan Buaran. Pembukaan secara simbolis dilakukan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan, Mukaromah Syakoer di lapangan kelurahan setempat, Senin (15/10).

Sekda Kabupaten Pekalongan Hj Mukaromah Syakoer membacakan Amanat Gubernur Jateng menyampaikan bahwa TMMD kali ini dibuka secara serentak di seluruh wilayah Kodam Diponegoro.

“Sasaran dari kegiatan TMMD kali ini adalah sarana prasarana desa diantaranya jalan penghubung antara Kelurahan Simbang kulon dengan desa Pakumbulan sepanjang 115 M lebar 3 M dan pembangunan jembatan dengan lebar 4 M panjang 6 M,” katanya.

Sementara TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari yakni 15 Oktober hingga 13 Nopember 2018, bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dari perajurit TNI kepada rakyat.

“Anggaran TMMD ini sebesar Rp 312.621.000, berasal dari APBD Provinsi Rp 177.200.000 dan APBD Kabupaten Pekalongan Rp 135.421.000. Selain itu, TMMD melakukan kegiatannya dengan asas ekonomi kerakyatan, menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan cara rasa gotong royong serta untuk menghidarkan rakyat indonesia dari paham-paham radikalisme,” ucap Sekda.

Selesai upacara, dilakukan peninjaun lokasi proyek TMMD sengkuyung III yakni jalan dan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simbang Kulon dengan Desa Pakumbulan dan Kelurahan Bligo serta Desa Wonoyoso Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. (way/yon)

Penulis: Wahyu Hidayat, Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments