Radar Kendal

Terlanjur Dibongkar, Eh Pengerjaan Jalannya Malah Terlambat

Terlanjur Dibongkar, Eh Pengerjaan Jalannya Malah Terlambat

DIKEBUT – Dapat keluhan warga, DPUPR Kendal meminta rekanan kebut pembangunan proyek Jalan Desa Pagersari hingga Desa Curugsewu . NUR KHOLID MS

KENDAL – Pembangunan ruas jalan Desa Pagersari hingga Curugsewu dikeluhkan warga karena menghambat mobilitas mereka. Pasalnya, rekanan terlanjur membongkar badan jalan yang lama, sementara aktivitas pembangunannya harus menunggu uji laboratorium.

Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sugiyono mengatakan, pekerjaan jalan itu dikerjakan oleh CV Depo Rendra dengan nilai kontrak Rp 1,133 miliar. Waktu pengerjaan 120 hari kalender, yakni dari 23 Juli-20 November. “Ada keluhan warga, rekenan sudah kami tegur agar segera mengerjakan,” katanya, Jumat (12/10)

Dia mengatakan, jika pekerjaan jalan Desa Pagersari oleh rekanan telah dibongkar. Sementara rekanan justru tidak segera menggarap, tapi malah ditinggal. Akibatnya warga menjadi kesulitan akses. “Sehingga warga mengeluh kepada kami,’ tuturnya.

Sementara pelaksana lapangan, Sigit dari CV Depo Rendre memohon maaf atas keterlambatan penggarapan jalan. Dia beralasan, keterlambatan pekerjaan lantaran pihaknya masih harus menunggu hasil laboratorium sample cor beton.

“Prosesnya sebelum dibangun adalah membuat sample cor beton untuk dicek di laboatorium. Jika dinyatakan layak, maka akan kami bangun dengan kompisisi tersebut. Kesalahan kami adalah membongkar jalan tersebut lebih dulu,” katanya.

Perihal pengerjaan jalan, ia mengakui hari ini (kemarin, Red) sudah mulai dikerjakan. Dengan target sehari 10 Truk Molen (TM). “Kami targetkan bisa selesai dalam waktu 10 hari,” tandasnya.

Sementara untuk pembangunan, pihaknya akan menutup total jalan desa tersebut. Akses warga akan dialihkan ke Desa Curugsewu. ‘Jadi memutar, sampai nanti jalan dinyatakan layak dan kuat untuk dilintasi,” terangnya.

Terpisah, Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, pihaknya akan segera memberikan peringatan berupa surat teguran kepada rekanan. “Ini parah banget dan tidak bisa dibiarkan. Saya akan berikan surat teguran kedua dan segera untuk dikerjakan mengingat waktu,” katanya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms

Facebook Comments