Metro Pekalongan

Awas, Penipuan Bermodus Jasa Dekorasi

BUARAN – Unit Reskrim Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota mengungkap dugaan kasus penipuan dengan modus penyedia jasa dekorasi pengantin, kemarin.

Ada satu orang tersangka yang ditangkap dalam kasus ini. Tersangka adalah SA (32), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Buaran AKP Haryanto, menjelaskan penangkapan SA berawal dari laporan korban, M Amin (51), warga Desa Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Diungkapkan Kapolsek, kejadian bermula ketika korban pada hari Minggu, 9 September 2018 akan mengadakan resepsi pernikahan putrinya di salah satu gedung pertemuan di Kota Pekalongan. Khusus untuk penyewaan atau dekorasi gedung, oleh marketing setempat korban dikenalkan dengan SA. “Selanjutnya pelaku menawarkan dekorasi gedung dengan memperlihatkan beberapa contoh foto gambar dekorasi gedung dan rumah,” ungkap AKP Haryanto, didampingi Panit Reskrim Polsek Buaran Iptu Isnovim, Jumat (12/10).

Setelah disepakati, selanjutnya antara korban dan SA membuat surat perjanjian kerjasama penyewaan atau pembuatan dekorasi. Isinya, antara lain ada kesepakatan harga sebesar Rp40 juta. Perinciannya antara lain untuk dekor gedung pertemuan dengan beberapa fasilitas kelengkapannya. Termasuk beberapa dekorasi yang akan dipasang di rumah korban. “Biaya dekorasi tersebut sudah dibayar lunas oleh korban,” katanya.

Namun kenyataannya, pada malam hari H sewaktu korban mengecek ke gedung pertemuan dimaksud dari pukul 22.00 sampai 02.00, dekorasi yang ada di gedung tidak terpasang sesuai dengan kesepakatan awal. Meskipun korban sudah membayar lunas dan besok paginya resepsi sudah dimulai.

Akhirnya, korban menghubungi SA (tersangka, red) untuk datang ke lokasi gedung pertemuan. SA datang dan ditanya oleh korban apakah sanggup menyelesaikan pemasangan dekorasi. “Saat itu pelaku menjawab tidak sanggup,” ujarnya.

Setelah ditanya lebih lanjut, ternyata uang dari korban tidak digunakan untuk membayar sarana pemasangan dekor. Uang tersebut sebagian besar sudah habis untuk membayar utang. Begitu juga dekorasi yang di rumah korban, hanya terpasang 30 persen dari perjanjian.

“Atas perbuatan pelaku tersebut, korban merasa ditipu dan mengalami kerugian sebesar Rp44 juta. Nilai sebesar itu merupakan harga dekor plus tambahan pembayaran hiasan tulisan dari es batu dan bunga. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Buaran,” imbuh Panit Reskrim Iptu Isnovim.

Dari laporan korban itu, Unit Reskrim Polsek Buaran melakukan penyelidikan. Antara lain dengan mengecek ke rumah terlapor di daerah Talun. Dari keterangan pihak keluarga SA, didapat informasi kalau SA jarang pulang ke rumah. Sampai akhirnya, pada Senin (8/10) polisi mengetahui keberadaan SA di daerah Medono dan dilakukan penangkapan.

SA diamankan ke Mapolsek Buaran untuk pemeriksaan dan penyidikan. Tak berselang lama, Polsek Buaran kedatangan beberapa warga masyarakat, baik dari Kajen Kabupaten Pekalongan, Batang, maupun Kota Pekalongan. “Mereka merasa pernah menjadi korban dengan modus yang sama, yaitu pelaku menjanjikan dekorasi dan meminta pembayaran lunas namun di hari H, dekorasi tersebut tidak terpasang.”
Kasus ini saat ini sedang dalam penyidikan lebih lanjut Unit Reskrim Polsek Buaran. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat

Facebook Comments