Radar Batang

Tahu Rumahnya Bakal Dibedah, Surip Nyaris Pingsan

Tahu Rumahnya Bakal Dibedah, Surip Nyaris Pingsan

BANTUAN – Satgas TMMD Reguler ke 103 tahun 2018 mendatangi rumah Surip (54) warga Desa Durenombo untuk memberikan bantuan berupa bedah rumah.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba petir menyambar. Mungkin peribahasa itu bisa mewakili situasi batin Surip (54), warga Desa Durenombo, Kecamatan Subah, Jumat (12/10). Bagaimana tidak, pria paruh baya yang sehari-harinya bercocok tanam untuk menghidupi keluarga itu tiba-tiba dikabari kalau rumahnya yang kurang layak huni itu bakal dibedah.

Yang membawa kabar bahagia itu adalah Satgas TMMD reguler ke-103 Tahun 2018. Sontak, tak hanya Surip yang shock, suasana penghuni rumahpun mendadak riuh rendah mengekspresikan kegembiraannya. Maklum, sudah puluhan tahun rumah itu dihuni Surip dan keluarga, tetapi selama itu pula tak pernah ada aktivitas renovasi karena ketiadaan biaya.

“Saya hari ini senang luar biasa seperti mendapatkan durian runtuh. Sungguh rejeki itu memang datangnya tidak pernah diduga,” kata Surip.

Untuk diketahui, rumah Surip sendiri menggunakan dinding gedek berbahan bambu yang dilapisi dengan laburan gamping sangat tebal. Sejak awal dibangun, bangunan itu hanya beralaskan tanah, pun belum pernah direhab total.

“Perbaikan hanya menambal atap yang bocor dan melapisi ulang dinding campuran gedek dan lembaran tripleks dengan labur atau gamping putih agar mampu bertahan lama,” ungkapnya.

Karena itu, Surip sangat senang begitu dikabari rumahnya akan dibedah TNI. Dia berharap huniannya menjadi lebih layak dan bisa seperti tetangganya. “Saya bersyukur sekali karena memang selama ini sudah punya keinginan untuk merehab tapi belum diberi kesempatan saja,” tuturnya.

Dandim 0736/Batang, Letkol Kav Henry Napitulu, kemarin ikut meninjau Durenombo yang akan menjadi lokasi TMMD reguler ke-103 Tahun 2018. Selain mengunjungi rumah Surip, Dandim juga mengapresiasi semangat warga, terutama emak-emak, yang aktif bergotong royong menyelesaikan pekerjaan Pra TMMD.

“Mereka ini ikut mengeluarkan tenaga melangsir tanah, batu dan pasir padahal tidak ada kewajiban terlibat,” ungkap Dandim, Rabu (10/10/18).

Secara khusus sebagai Dansatgas, ia mengaku kagum dengan semangat dengan dua orang ibu yakni, Sumiati (62 th) dan Romdonah (45 th) yang begitu aktif bergotong-royong membantu TNI dan warga lainya.

“Saya tidak mewajibkan wanita untuk ikut kerja keras, tapi dari yang saya lihat kesadaran dan keinginan kuat untuk berkontribusilah yang menuntun mereka ikut mengeluarkan tenaga” pujinya.

Namun, baik Sumiati maupun Romdonah tak lantas bertepuk dada. Mereka merasa apa yang dilakukannya adalah juga demi anak cucu di desa. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments