Nasional

Banjir dan Longsor Terjang Mandailing Natal, 18 Tewas, 10 Masih Hilang

Alat berat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi banjir dan tanah longsor di Mandailing Natal. (Istimewa/jawapos)

Banjir menerjang 11 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal sejak Jumat (12/10). Hujan deras memang mengguyur kawasan itu sejak sepekan terakhir.

Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, sebanyak 18 orang dilaporkan tewas. Sedangkan 10 orang lainnya hingga Sabtu siang (13/10), belum ditemukan. Warga yang hilang itu tertimbun material longsor di Desa Ulu Pungkut. “Korban kebanyakan murid madrasah yang sedang ngaji sore,” jelas Kepala BPBD Mandailing Natal Muhammad Yasir.

BPBD menghitung, setidaknya delapan titik longsor ditemukan. Akses menuju ke titik bencana itu terbatas. Petugas belum bisa menjangkaunya.

Kendaraan tidak bisa masuk. Petugas terpaksa berjalan kaki untuk mencari korban.

Pemukiman masyarakat juga dikabarkan rusak diterjang banjir dan longsor. Mulai dari rusak ringan hingga rusak parah. Tiang listrik juga banyak yang roboh. Menyebabkan aliran listrik padam.

Bencana itu juga menyebabkan sebuah mobil Toyota Avanza masuk ke Sungai Batang Gadis. Mobil tersebut diketahui mengangkut tiga orang. Satu diantaranya masih terjebak.

Penumpang Avanza yang terjebak itu adalah anggota Polsek Kotanopan. “Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan pencarian,” imbuh Yasir.

Selain BPBD, upaya pencarian juga melibatkan Marinir. Mereka sudah berada di lokasi untuk menyalurkan bantuan.

Meskipun saat ini air sudah mulai surut di beberapa titik, masyarakat tetap memilih mengungsi. Mereka khawatir ada banjir susulan. “Kami mengimbau masyarakat agar sementara menjauhi sungai-sungai yang terdampak dan tetap waspada,” imbaunya. (jawapos)

Facebook Comments