Radar Batang

Menengok Geliat Desa Wisata Pandansari Warungasem Batang

Berdayakan Pemuda Desa, Deswita Pandasari Mampu Kurangi Urbanisasi

Gairah Desa Wisata (Deswita) Jawa Tengah semakin menggeliat akhir-akhir ini. Salah satunya Deswita Pandansari Warungasem Batang yang semakin moncer dengan destinasi wisata berbasis alam. Hingga kini Deswita yang menyajikan fasilitas river tubing, outbond dan lainnya ini mampu memberdayakan alam dan pemudanya. Bahkan mengurangi tingkat urbanisasi masyarakat desa. NOVIA ROCHMAWATIWARUNGASEM

seru

SERU – Para pengunjung Desa Wisata Pandansari saat menaiki wahana River Tubing.
NOVIA ROCHMAWATI

“Lebih baik di sini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada di sini. Rumah kita. Ada di sini.”

Penggalan lirik Rumah Kita dari Godbless ini laik menggambarkan perasaan Sani (27), pemuda Asal Desa Pandansari Batang. Sani menjadi salah satu pemuda dari Pandansari yang sempat mencicipi pahit getirnya hidup di ibu kota. Namun kehidupan rantaunya tak berjalan lama, belum genap tiga tahun, Sani memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Pandansari.

Sani tergerak oleh ajakan sang kakak, mengembangkan wisata berbasis lingkungan di desanya. Meski sempat ragu untuk meninggalkan Jakarta, namun Sani mantap untuk pulang, mencoba suasana baru. Lelaki yang pernah merantau sebagai pegawai pabrik roti ini didapuk menjadi guide untuk menemani pengunjung bertubing menyusuri irigasi desa. Dan juga menjadi guide untuk kegiatan outbond.

Kala itu Deswita Pandansari masih belum sesukses dan semoncer sekarang. Statusnya sebagai relawan pun belum bisa disamakan dengan penghasilannya kala merantau. Namun ada kepuasaan tersendiri bagi Sani ikut membangun desa tanah kelahirannya.

Namun tahun demi tahun, wisata berbasis alam yang kerap mendapatkan penghargaan ini semakin berkembang. Sikap kerelawanan Sani pun kini telah diganjar dengan uang keringat. Jumlahnya tiap tahun meningkat berbanding lurus dengan kepopuleran Deswita Pandasari.

Tak hanya itu, lelaki yang memang hobi bermain air ini mendapatkan bonus tak terduga dari keaktifannya di sini. Sani kini telah bergabung menjadi atlet Arung Jeram Batang, lantaran kepiawaiannya yang ia pelajari di sela-sela memandu wisatawan di Deswita Pandansari.

“Alhamdulillah sekarang malah bisa aktif menjadi atlet arung jeram Batang. Insya allah bulan ini akan berlaga dalam porprov. Awalnya memang tidak menyangka, cuma hobi saja. Kebetulan dari deswita pernah mengirim saya pelatihan. Dan berkat pelatihan itu jam terbang saya semakin banyak hingga akhirnya direkrut menjadi atlet arung jeram,” terang Sani.

Kisah inspiratif Sani ini hanyalah sepenggal kisah sukses dibalik geliat Desa Wisata Pandansari. Perwakilan pengelola Deswita Pandansari, Aminudin menerangkan, Deswita Pandansari memang dibentuk untuk memberdayakan alam dan pemuda desa. Sehingga geliat aktvitas di Desa Pandansari tetap hidup. Tak dipungkiri, geliat desa wisata pun menjadi salah satu fakrot penekan angka urbanisasi di Pandansari.

“Awalnya bermula dari kelompok pecinta alam yang melihat potensi di Desa Pandansari. Saya bersama teman-teman mencoba-mencoba untuk bermain di sini hingga tercetuslah untuk membuat wahana river tubing. Dan kami percaya kejayaan dan hidupnya sebuah desa itu karena peran serta pemudanya. Kalau semua pemuda merantau keluar maka desa tidak akan hidup. Oleh karenanya kami ajak dan latih pemuda di sini untuk memgembangkan Deswita Pandasari,” terangnya saat diwawancarai, Selasa (9/10).

Tidaklah mudah memang bagi Aminudin cs mengajak pemuda untuk bergabung. Terlebih di awal memang perlu adanya keikhlasan dan pengorbanan untuk mengembangkan deswita ini. Namun berkat semangat bersama, perlahan deswita yang mulai dirintis tahun 2012 ini bangkit. Yang semula hanya menjajakan river tubing, kini dihadirkan dengan aneka macam inovasi. Seperti outbound, camping ground, dan paket wisata lainnya yang berbasis alam pedesaan.

Selain itu, kehadiran deswita juga menjadi sumber ekonomi masyarakat Desa Pandansari. Banyak yang kini menjajakan aneka makanan dan minuman untuk memfasilitasi pengunjung yang mebutuhkan. Dan kini Deswita Pandansari juga dilengkapi dengan Kedai Jerli yang juga melayani urusan perut para pengunjung.

outbound

OUTBOUND – Tak hanya bermain air, pengunjung juga bisa menikmati wahana edukasi outbound.
NOVIA ROCHMAWATI

Tak ketinggalan, kehadiran deswita ini juga mendukung kelestarian jajanan tradisional Opak Pandansari. Kudapan dari singkong ini memang menjadi menu khas yang juga disajikan bersama paket wisata ini. Opak yang gurih dipadu dengan sambal gula jawa yang pedas manis bisa mengusir penat setelah outbound maupun tubing. Bagi yang ketagihan, pengunjung pun dapat membeli opak mentah di warung warga sekitar.

“Opak Pandansari punya kenangan tersendiri bagi masyarakat. Dan kini pengrajinnya mulai berkurang lantaran sudah tergerus zaman. Oleh karenanya kami ingin mendukung agar opak ini tidak punah. Karena opak Pandansari juga sudah moncer ke luar daerah. Bahkan banyak pengunjung dari luar daerah yang bernostalgia dengan opak Pandansari melalui wisata ini,” terang Aminudin.

Kini Deswita Pandasari dapat menghasilkan omset rata-rata Rp20-40 Juta perbulannya. Selain itu, Deswita Pandasari kerap meraih berbagai penghargaan maupun juara. Baik di tingkat kabupaten hingga ke tingkat nasional. Seperti Nusantara CSR Award, Platinum Award Forum CSR kategori pemberdayaan ekonomi masyarakat dan lainnya.

“Ini bagian dari komitmen kami. Karena kami ingin berkembang. Sehingga kalau ada lomba apapun yang dapat kami ikuti akan kami ikuti. Karena dengan lomba ini, kami juga bisa memperbaiki manajemen kami dan dituntut untuk selalu kreatif,” imbuh Aminudin.

tanam padi

TANAM PADI – Siswa TK saat belajar menanam padi di Deswita Pandansari.
NOVIA ROCHMAWATI

Pihaknya berharap ke depan semakin banyak potensi yang bisa digali oleh Deswita Pandansari. Dan ia juga ingin masyarakat yang belum bergabung bisa ikut mengembangkan desa wisata ini. Sehingga semakin banyak paket wisata yang bisa disajikan di Pandansari.

“Kami dukung warga yang ingin berusaha dan menggali potensi di sini. Sebelumnya kami juga fasilitasi masyarakat yang ingin berjualan dengan penyewaan gerobak gratis. Kami juga mendukung masyarakat yang menyewakan ban dan becak mini. Kami harap semakin banyak nantinya potensi wisata di Pandansari. Sehingga pengunjung mendapatkan fasilitas komplit dan semakin puas dengan wisata di sini,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati

Facebook Comments