Radar Jateng

Ratusan Buku Nikah Raib Dicuri, Diduga Terkait Sindikat Kawin Ilegal

Muhammad Fadlan, Ketua Kelompok Kerja Penghulu Kemenag Sragen. (radar solo/jawapos)

Kantor Urusan Agama (KUA), Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen diobok-obok pencuri. Anehnya, bukan uang atau benda-benda elektronik yang digondol, tapi ratusan buku nikah kosong raib dibawa lari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencuri menyatroni KUA Masaran Kamis (11/10) dini hari. Kejadian diketahui pukul 05.30. Kejadian pencurian ini cukup aneh. Ada indikasi pelaku terkait jaringan pernikahan ilegal. Total ada 150 pasang atau 300 buku nikah kosong hilang.

Aksi pencurian tersebut diduga datang dari arah sawah yang terletak di belakang KUA itu. Pencuri lalu menjebol ventilasi udara ruangan yang terbuat dari batu bata untuk masuk ke dalam kantor. Kemudian maling tersebut menjebol dua pintu untuk mengakses ruang tempat penyimpanan buku nikah kosong.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Muryati mengatakan bahwa pihak kepolisian sedang mendalami kasus pembobolan Kantor KUA Masaran. “Kita sudah menerima laporan dan beberapa barang bukti. Kami sedang mencari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut guna penyelidikan lebih lanjut,” terannya.

Saat ini petugas KUA Masaran belum dapat merinci besaran nominal kerugian akibat pencurian buku nikah tersebut. Namun justru yang lebih dikhawatirkan adalah penyalahgunaan surat nikah tersebut untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab.

Pihaknya menduga pelaku pencurian buku nikah kosong ini merupakan komplotan atau jaringan para pelaku nikah ilegal atau kumpul kebo yang biasa memalsukan surat nikah. Kasus hilangnya buku nikah ini telah diinformasikan ke seluruh kantor polisi di eks Karesidenan Surakarta untuk ditindaklanjuti.

Terpisah, Ketua Kelompok Kerja Penghulu (Pokjahulu) Kemenag Sragen Muhammad Fadlan menyesalkan hilangnya ratusan buku nikah tersebut. Dia meminta aparat kepolisian cekatan memburu pelaku pencurian. “Saya yakin ada sindikat di balik ini, karena di tempat-tempat tertentu buku nikah ini digunakan untuk pernikahan ilegal dan nilainya tinggi,” ujarnya.

Karena itu sangat pantas jika pencuri tidak mengambil barang elektronik di KUA tersebut. Dia memaparkan dengan memegang buku nikah bisa saja terjadi pernikahan ilegal. “Saya mengimbau masyarakat lebih peduli. Jika ada pernikahan tidak melibatkan pegawai KUA, pantas dicurigai,” tegasnya.

Fadlan menuturkan, hal ini juga harus menjadi pelajaran bagi KUA sendiri. Kepala KUA Sragen ini menyampaikan dari kasus tersebut seharusnya buku nikah disimpan di tempat yang aman seperti brankas.

Dia menjelaskan, buku nikah itu merupakan dokumen negara dan memiliki kode nomor seri. Jika nomor seri itu tertolak di KUA patut dicurigai ada pernikahan ilegal dan sindikat tersebut bisa terlacak. (radar solo/jawapos)

Facebook Comments