Radar Jateng

Asyik Makan Nasi Telur, Budi Jatuh Kejang dan Meninggal

EVAKUASI: Warga dan petugas tengah melakukan evakuasi jenazah Budi Susilo yang meninggal saat makan nasi. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Seorang pria yang diketahui bernama Budi Susilo, 28, warga Kabangan, Laweyan Solo, meninggal saat makan di salah satu warung Burjo yang ada di Laweyan, Jumat (12/10) siang. Korban diduga meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.

Karena sebelum meninggal, korban sempat terjatuh dan kejang. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Informasi yang dilansir JawaPos.com menyebutkan, siang sekira pukul 13.30 WIB, Budi datang ke rumah makan Burjo. Selanjutnya, Budi memesan nasi telur. Di tengah menyantap makanan, tiba-tiba korban terjatuh ke belakang. Kemudian korban mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.

“Korban memang sudah biasa datang ke tempat ini, lha tadi makan tiba-tiba jatuh dan kejang, kemudian tidak sadarkan diri,” urai salah satu karyawan warung Burjo, Ahmad.

Mendapati kejadian itu, Ahmad pun panik dan langsung meminta bantuan kepada warga sekitar. Selanjutnya warga juga melaporkan kejadian ini kepada Linmas dan diteruskan kepada pihak kepolisian setempat.

Tidak berselang lama, kepolisian datang dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jenazah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal disebabkan oleh penyakit yang dideritanya selama ini.

Hal ini dikuatkan oleh keterangan dari tetangga korban, Santoso. Menurutnya, selama ini Budi memang menderita penyakit dalam. Akan tetapi, dirinya tidak tahu secara pasti mengenai penyakit tersebut. “Sudah lama korban ini menderita penyakit dalam, tapi apa itu saya juga kurang paham,” ucapnya.

Informasi mengenai kematian Budi pun disampaikan kepada pihak keluarga yang langsung datang ke lokasi.

Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dengan kematian Budi dan meminta agar jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk prosesi pemakaman. “Dari penuturan keluarga, korban memang mempunyai riwayat penyakit jantung. Dan atas permintaan keluarga jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ucap Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono. (jawapos)

Facebook Comments