Lain-lain

Dengan Aplikasi Online, Bayar Pajak Bisa Lebih Cepat

Dengan Aplikasi Online, Bayar Pajak Bisa Lebih Cepat

PRESENTASI – Kasubbid Perencanaan dan Pengendalian BPKPAD Batang, Panggah Prakoso, saat memaparkan proper Diklatpim IV nya di hadapan seluruh staf BPKPAD, kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Tuntutan atas penyelenggaraan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan efektif menjadi hal yang lazim, terutama di era teknologi informasi seperti sekarang ini. Karena itulah, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang melaunching sistem pembayaran pajak secara online melalui aplikasi e-PBB, e-SPTPD, dan Kamis (11/10), di aula lantai 2 kantor setempat.

Inovasi tersebut dibuat oleh Kasubbid Perencanaan dan Pengendalian BPKPAD Kabupaten Batang, Panggah Prakoso Amd, sebagai bagian dari Proyek Perubahan (Proper) Diklatpim IV yang disusunnya. Ada tiga aplikasi yang dilaunching kemarin. Pertama, untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) dibuatkan aplikasi e-PBB. Kedua, untuk Surat Pemberitahuan Pajak Daerah ada e-SPTPD. Ketiga, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan diciptakan juga e-BPHTB.

“Pembayaran pajak online ini diharapkan semakin mempermudah proses pembayaran pajak, baik bagi OPD, wajib pajak, maupun pemerintah daerah secara keseluruhan. Karena aplikasi ini membuat pembayaran pajak bisa lebih cepat dan mudah, serta efisien dan efektif,” kata Panggah Prakoso.

Menurut dia, sejauh ini pembayaran pajak masih menggunakan cara manual yang lebih ribet dan memakan waktu. Untuk pembayaran PBB misalnya, petugas admin desa harus mengumpulkan pembayaran secara kolektif dan merekapnya dulu ke dalam program microsoft excel. Selanjutnya uang disetor ke Bank Jateng dan surat tanda setoran (STS) tidak bisa langsung diterbitkan, harus menunggu hingga satu bulan.

Begitupun dengan pembayaran pajak daerah sistem self assesment, wajib pajak mau tak mau harus datang ke kantor pajak untuk melakukan pembayaran. “Maka dengan aplikasi pajak online ini, wajib pajak tak harus pergi ke kantor pajak. Tinggal buka aplikasinya dari mana saja, masuk kode billing, nah kode itulah yang dibawa ke Bank Jateng di masing-masing kecamatan. Setelah membayar, tinggal masuk lagi ke fitur pembayaran, selesai. Pun dengan PBB, setelah pembayaran di Bank Jateng, STS bisa dicetak hari itu juga. Jadi, pelayanan makin cepat dan mudah,” jelas Panggah.

Launching sendiri dihadiri Kepala BPKPAD Bambang Supriyanto SH Mhum, Sekretaris BPKPAD, seluruh kabid, kasubbid, dan staf yang berjumlah lebih dari 100 orang. Sebab, selain launching juga dibarengkan dengan kegiatan pembinaan bagi staf.

“Kami sangat mengapresiasi sekaligus mendukung inovasi yang dibuat saudara Panggah Prakoso. Karena selain mempercepat dan mempermudah pelayanan pembayaran pajak, penggunaan aplikasi online juga bersifat transparan, sehingga bisa mencegah kebocoran pajak,” kata Bambang dalam sambutannya.

Dukungan juga disampaikan Sekretaris BPKPAD yang juga mentor Diklatpim Panggah, Eko Widianto SE MM. Kata dia, pesatnya perkembangan teknologi informasi mau tak mau menuntut setiap aparatur birokrasi menyesuaikan diri. “Kalau tak mau berubah, tak ada kreativitas dan inovasi, pemerintah daerah bisa ditinggalkan masyarakat,” ucapnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin | Radar Pekalongan

Facebook Comments