Radar Kendal

Persebaran Angka Tidak Sekolah di 2017 Capai 4.000 Anak

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Agus Rifai

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Agus Rifai

KENDAL – Tahun 2018 Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kendal semakin menurun. Meskipun jumlahnya belum signifikan, akan tetapi perlu diketahui untuk menekan ATS membutuhkan waktu serta anggaran yang cukup besar.

Di sisi lain, untuk penganggaran dari APBD Kabupaten Kendal sendiri dinilai tidak mencukupi. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat terpaksa mengandalkan anggaran dari pusat, meski hal itu juga bukan perkara mudah.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Agus Rifai mengatakan, jumlah ATS di Kendal mencapai 4000 an pada tahun 2017. Namun angka itu sudah menurun karena pada tahun 2018 terkurangi secara otomatis saat penerimaan siswa baru. Pihaknya akan terus berusaha menekan ATS, salah satunya dengan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu untuk menempuh Paket A, B dan C.

“Kami terus usahakan agar ATS semakin turun salah satunya dengan PKBM atau kesetaraan Paket A,B dan C,” ungkapnya.

Bahkan pada ujian nasional tahun 2018 lalu, para peserta ujian kesetaraan sudah mendapatkan hak yang sama dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Karena itu, untuk urusan pendidikan semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama sesuai dengan amanat UUD 1945.

” Tidak boleh dibeda-bedakan karena setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang sama, seperti bunyi salah satu pasal dalam UUD 1945. Bahkan tahun 2018 untuk UNBK khusus kesetaraan anggarannya mencapai Rp 300 juta dan diambilkan dari APBD bukan APBN, meskipun itu program pusat,”pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments