Radar Kajen

Mutu dan Keselamatan Pasien Menjadi Syarat Mutlak

50 Peserta Ikuti iHT RSUD Kraton

IHT – Sebanyak peserta 50 orang dari internal RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan mengikuti iHT di aula rumah sakit setempat, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton Kabupaten Pekalongan menggelar In House Training (iHT) di aula rumah sakit setempat, kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh civitas rumah sakit dengan jumlah peserta 50 orang.

Plt Direktur RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, dr Zaki Mubarok MM mengatakan, mutu dan keselamatan pasien merupakan suatu sistem berkesinambungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan asuhan yang aman bagi pasien dan meminimalkan risiko dengan tahapan assesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko. “Selain itu, sebagai pelaporan dan analisis insiden implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan,” jelas dr Zaki.

Menurutnya, mutu dan keselamatan pasien tetap menjadi syarat mutlak dalam semua lini pelayanan di RSUD Kraton. Meskipun situasi perumahsakitan sedang gejolak, sebagai implikasi kebijakan BPJS yang kurang berpihak pada RS. “Mutu dan keselamatan pasien tetap menjadi syarat mutlak dalam semua lini,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, indikator prioritas merupakan dashbord mutu rumah sakit tolok ukur keberhasilan RS dalam mengimplementasikan mutu dapat dilihat dari capaian dashbord ini. Tentunya tak lepas dari peran serta seluruh civitas hospitalia RSUD Kraton

Selain kelematan pasien, kesehatan dan keselamatan kerja pegawai juga menjadi suatu budaya mutu yang tidak kalah pentingnya. Upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus diketahui dan diimplementasikan oleh seluruh pegawai RSUD Kraton.

“Mari jadikan mutu sebagai budaya masing-masing individu, bukan pelaksanan tetapi sebuah kebutuhan,” ungkap Plt Direktur RSUD Kraton, di depan para peserta iHT.

Sementara, Ketua Panitia iHT, Dwi Yartanto mengatakan, workshop ini terselenggara atas kerjasama diklat RSUD Kraton dengan Komite PMKP-PPI K3 RS. Jumlah peserta 50 orang dari internal RS. “Peserta ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, analis, programer IT, nutrisionis, cleaning servis dan satpam,” terangnya.

“Materi yang disampaikan yakni tentang Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien; Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit,” kata Dwi. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments